KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau Suharno kembali mengingatkan aparat dan pengurus Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) untuk tidak menjadikan badan tersebut sebagai wadah bersarangnya nepotisme.
Hal itu disampaikannya berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa masih banyak BUMK yang pengurusnya merupakan kerabat sendiri. Berikutnya, gagal berkembang karena manajemen dan kedisplinan yang buruk.
“Banyak BUMK yang tidak berjalan karena anggotanya tidak kompeten. Diisi bukan karena kemampuan tapi karena hubungan tertentu, kerabat, keluarga, dan lain-lain,” ungkapya.
Menurutnya, nepotisme BUMK harus diatasi sedini mungkin agar tidak berisiko bagi pembangunan kampung dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi setiap tahun BUMK selalu mendapat penyertaan modal mencapai Rp300 juta.
“Kalau tidak diawasi dan diperbaiki struktur kepengurusan dan tata kelola manajemennya jangan harap BUMK akan bertahan,” tegasnya.
Disampaikannya, salah satu faktor penentu keberhasilan BUMK terletak pada proses rekrutmen pengurusnya. Karena itu, ia meminta dengan tegas agar pengelolaan BUMK diserahkan kepada figur-figur yang berkompeten.
“BUMK ini dibentuk dengan prinsip memberikan manfaat. Jangan sampai malah dijadikan wadah untuk menampung kerabat atau orang dekat yang tidak kompeten,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi