KLIK BORNEO – BERAU. Kampung Labanan Jaya dan Semurut dipastikan kembali mendapat bantuan mesin panen padi (combine harvester) dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Bantuan itu disalurkan sebagai bagian dari dukungan terhadap pengembangan padi sawah di Berau.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini menegaskan bahwa dua kampung itu masing-masing mendapatkan 1 unit mesin panen padi.
Bantuan tersebut juga disalurkan ke dua kampung itu, lantaran luasan lahan padi sawah yang ada cukup luas. Alsintan yang sudah ada sebelumnya bahkan belum cukup mengakomodasi kebutuhan di lapangan.
“Sehingga kita tambahkan lagi 1 unit. Apalagi ke dua kampung itu memang menjadi sentra pengembangan padi sawah,” ungkapnya, Rabu (30/9/2026).
Disampaikannya, bantuan yang diusulkan ke Kementan selalu disesuaikan dengan potensi pertanian masing-masing kampung. Karena itu, tidak semua kampung menerima bantuan serupa.
“Semua kampung potensi kita usulkan bantuan sesuai kebutuhannya masing-masing, seperti pompa traktor, saluran irigasi, benih,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kampung (Kakam) Semurut Zainudin Maru membenarkan bahwa pihaknya saat ini telah menerima bantuan mesin panen padi tersebut. Pengelolaannya sendiri akan ditangani langsung oleh Gapoktan.
Meskipun demikian, Zainudin mengaku mesin panen yang ada belum mencukupi luasan lahan yang ada, seiring dengan berlangsungnya pembukaan lahan sawah baru.
“Ada pembukaan lahan sawah 137,8 hektare. Masih sementara dikerjakan. Sehingga perlu penambahan mesin panen 1 unit lagi,” bebernya kepada Klikborneo.com.
Sebagai informasi, Kampung Labanan Jaya memiliki total luasan lahan sawah mencapai 336 hektare. Dari jumlah tersebut, 268 hektare merupakan lahan sawah yang telah ada. 68 hektare merupakan tambahan hasil cetak sawah baru.
Sedangkan, luasan lahan sawah di Kampung Semurut mencapai 277,8 hektare. Dari jumlah itu 140 hektare merupakan luasan lahan yang sudah ada. Sedangkan, 137,8 hektare lainnya merupakan tambahan cetak sawah baru. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi