KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) saat ini tengah tancap gas dalam memperkuat sektor perikanan melalui strategi klasterisasi kawasan budidaya.
Adapun empat kecamatan telah ditargetkan untuk menjadi wilayah pengembangan budidaya ikan air tawar. Empat kecamatan itu antara lain, Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Sambaliung, dan Gunung Tabur.
Kepala Bidang (Kabid) Budidaya Dinas Perikanan Berau, Budiono khusus untuk budidaya ikan air tawar, kawasan perkotaan dinilai memiliki potensi besar. Hal itu pun telah masuk dalam klaster pengembangan budidaya ikan air tawar.
“Tinggal nanti kita dukung untuk bibit, pakan, lalu sarana lain seperti kolam, bak terpal, dan sebagainya,” ungkapnya.
Selain itu, pemetaan kekuatan potensi budidaya ikan air tawar dan ikan air laut juga telah dipetakan. Kecamatan lain di luar perkotaan masuk dalam dua klaster tersebut.
“Untuk air payau di Pegat Batumbuk, Suaran, dan Tabalar Muara. Sedangkan yang laut di Maratua, Derawan, Batu Putih, dan Biduk-Biduk,” jelasnya.
Diakuinya, pemetaan yang dilakukan tersebut juga merupakan bagian dari rencana menarik investor. Dengan adanya data yang valid, calon investor tentu akan memiliki gambaran yang jelas mengenai lokasi pengembangan usaha yang paling sesuai.
“Jadi, ketika nanti ada investasi masuk atau masyarakat ingin memetakan kawasan pengembangan, kita tinggal berikan data dan informasinya,” terangnya.
Terkait progres di lapangan, Budiono menegaskan pihaknya telah mulai menyiapkan berbagai hal yang diperlukan. Untuk empat kecamatan yang menjadi target budidaya ikan air tawar, realisasi program fisik sedang dikebut.
“Tahun ini (progresnya) masih dalam
persiapan lahan dan dokumen perencanaan untuk pengadaan. Target kita tentu terealisasi 100 persen. Yang lain juga sedang kita upayakan,” pungkasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi