KLIK BORNEO – BERAU. Kunjungan wisatawan yang membeludak ke kampung-kampung wisata di Kabupaten Berau, terutama saat musim liburan (high season), kerap membawa tantangan tersendiri bagi infrastruktur digital.
Pasalnya, lonjakan pengguna internet secara massal di satu titik sering kali memicu terjadinya jaringan lemot, yang bahkan turut mengganggu jalannya pelayanan administrasi pemerintahan di kampung-kampung.
Menyikapi persoalan musiman tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau memastikan akan melakukan pembenahan terhadap infrastruktur digital yang ada saat ini demi kenyamanan wisatawan, sekaligus menjaga kelancaran layanan publik di desa.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi mengaku keluhan jaringan yang lelet itu terjadi karena adanya perubahan pola penggunaan internet secara drastis. Walaupun, diakuinya, kapasitas yang disediakan sudah mencukupi untuk kebutuhan esensial pemerintahan.
“Kami sudah melakukan uji coba dengan kemarin hanya 5 Mbps itu, kalau untuk kegiatan administrasi kampung saja itu sudah sangat memadai, upload, download berkas,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Selasa (23/6/2026).
Namun, lanjutnya, skenario tersebut berubah total ketika musim liburan tiba. Jaringan internet yang semula dialokasikan untuk pekerjaan kantor, harus berbagi ruang dengan aktivitas hiburan digital para pelancong yang membutuhkan konsumsi data besar.
“Tapi kalau untuk YouTube, nah ini yang jadi masalah, ketika semua orang menggunakan YouTube,” jelas Didi.
Selain itu, tantangan di lapangan semakin kompleks karena beberapa infrastruktur pemancar internet di wilayah kampung wisata belum ditopang oleh sumber listrik permanen, melainkan masih mengandalkan tenaga surya yang kapasitasnya terbatas.
“Tapi memang di beberapa kampung itu masih menggunakan solar cell. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN kemarin,” terangnya.
Disampaikannya, sebagai langkah konkret mengatasi permasalahan jaringan saat high season itu, Diskominfo Berau akan mengambil kebijakan besar dengan mendongkrak kapasitas jaringan secara signifikan di tingkat kampung.
“Nah, tahun ini mulai ditambah 30 Mbps, kami berharap tidak ada lagi keluhan,” bebernya.
Intervensi penambahan kapasitas itu, tambahnya, terbukti ampuh. Diskominfo Berau mencatat adanya penurunan grafik pengaduan masyarakat yang sangat drastis terkait kualitas koneksi internet di kampung-kampung.
“Alhamdulillah untuk sekarang keluhan terkait internet ini sudah sangat berkurang. Kalau dulu hampir setiap hari kami dihubungi kenapa lelet, kenapa lelet,” tegasnya.
Mengenai opsi solusi permanen jangka panjang agar jaringan tetap stabil saat high season, Didi mengaku belum dapat ditentukan. Sebab masih adanya batasan kewenangan pembangunan infrastruktur dan porsi anggaran yang harus dikucurkan.
“Karena kalau gunakan BTS itu sudah jadi kewenangan pemerintah pusat. Kalau tambah bandwidth berarti tambah anggaran, sementara saat ini efisiensi,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi