KLIK BORNEO – BERAU. Kecamatan Talisayan resmi dikukuhkan sebagai tulang punggung pertanian Kabupaten Berau setelah tercatat menyumbang 71 persen dari total pasokan jagung daerah.
Dominasi besar tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sebagai motor penggerak utama dalam program penangkaran benih mandiri demi memutus ketergantungan petani terhadap pasokan benih dari luar daerah.
Terkait itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa pembenahan sektor hulu pertanian menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Menurutnya, kesuksesan para petani di lapangan tidak hanya diukur dari seberapa luas lahan yang mereka miliki, tetapi juga dari regulasi penggunaan kualitas benih sejak awal masa tanam.
“Saya berharap Talisayan, khususnya Kampung Purna Sari Jaya juga bisa menjadi lumbung jagung, bahkan menjadi pusat penyedia jagung berkualitas di Bumi Batiwakkal,” ungkapnya belum lama ini.
Disampaikannya, berdasarkan rilis data mutakhir dari DTPHP Berau, daerah ujung utara Kalimantan Timur ini merupakan salah satu produsen jagung terbesar di tingkat provinsi.
Luas lahan produktif yang telah digarap tercatat mencapai sekitar 1.766 hektare. Angka tersebut menjadi modal sosial dan ekonomi yang sangat kuat untuk memperkokoh ketahanan pangan daerah.
Komoditas jagung bahkan dinilai memiliki posisi tawar yang sangat strategis. Selain untuk konsumsi massal, pasokan yang melimpah menjadi urat nadi bagi keberlangsungan industri peternakan lokal karena perannya sebagai bahan baku utama pakan ternak.
“Jika ketersediaan jagung terus terjaga, produktivitas dan harga daging di sektor peternakan pasti ikut stabil,” jelasnya.
Ditambahkannya, melalui skema swasembada benih lokal tersebut biaya operasional yang harus dikeluarkan petani dapat ditekan secara signifikan.
“Kita juga targetkan program ini meluas ke wilayah potensial lain seperti Kampung Samburakat dan kawasan sekitarnya,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi