KLIK BORNEO – SANGATTA. Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kamis (27/11/2025), berlangsung penuh makna dan meneguhkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat gerakan pemberdayaan keluarga dan perempuan.
Acara yang dipusatkan di Gedung Serba Guna tersebut dihadiri seluruh kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dari berbagai kecamatan dan desa di Kutim. Dalam kesempatan itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa perempuan memegang posisi strategis dalam menciptakan keluarga yang tangguh, sehat, dan produktif.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga menguatkan struktur sosial masyarakat. “Perempuan memiliki peran besar dalam membangun ketahanan keluarga. Saat perempuan kuat dan berdaya, maka keluarga dan masyarakat ikut kuat,” ujar Ardiansyah.
Gerakan PKK telah menjadi wadah yang konsisten meningkatkan kapasitas perempuan melalui sejumlah kegiatan, antara lain pelatihan keterampilan, edukasi kesehatan keluarga, pendampingan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pembinaan pendidikan karakter anak.
Ia menilai gerakan tersebut memberi ruang bagi perempuan untuk tampil sebagai agen pembangunan sosial tanpa meninggalkan peran di ranah keluarga. Lebih jauh, Ardiansyah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk memetakan dan menyinergikan program pemberdayaan perempuan agar sejalan dengan gerakan PKK.
Sinkronisasi program dinilai penting agar kegiatan pemerintah daerah tidak tumpang tindih dan memiliki dampak langsung terhadap penguatan kapasitas perempuan dan keluarga. Selain pemberdayaan ekonomi, Bupati juga menyoroti pentingnya pembinaan perempuan dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap anak.
Ia menilai jaringan kader PKK adalah kelompok paling efektif melakukan pendekatan sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat karena memiliki akses hingga ke tingkat keluarga. “PKK telah membuktikan diri sebagai motor penguatan pendidikan karakter, moral generasi, dan pencegahan kekerasan berbasis keluarga,” tegas Ardiansyah.
Dalam arahannya, Ardiansyah meminta agar seluruh kader PKK tetap menjadi teladan dalam membangun budaya keluarga yang saling menghargai, harmonis, dan produktif. Menurutnya, memperkuat perempuan dan keluarga bukan sekadar program pembangunan, tetapi investasi jangka panjang demi keberlanjutan masa depan daerah dan kualitas generasi.
Puncak peringatan HKG PKK ke-53 di Kutai Timur menegaskan arah gerakan PKK ke depan, yaitu memperkuat kapasitas perempuan dan keluarga sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat. Pemerintah berharap PKK terus berkembang menjadi motor penggerak pembangunan sosial yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat hingga ke tingkat akar rumput.(ADV)