Optimalkan Indeks Desa, DPMK Berau Ajak Warga Derawan Jaga Fasilitas Umum

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) terus bergerak aktif dalam mendorong kemandirian desa di Bumi Batiwakkal.

Salah satu langkah konkret yang sedang ditempuh saat ini yakni dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana fasilitas umum yang menjadi aset berharga kampung.

Komitmen tersebut, secara khusus, diwujudkan melalui rangkaian kegiatan sosialisasi yang mengusung tema besar mengenai strategi mendukung perkembangan, kemajuan, dan kemandirian desa.

Fokus utamanya adalah mengoptimalkan status Indeks Desa di wilayah Kabupaten Berau. Adapun kegkatan itu berlangsung selama dua hari, yakni pada 10–11 September 2026 itu, dan menyasar empat kampung strategis di Kecamatan Derawan.

Keempat kampung tersebut meliputi Kampung Kasai, Teluk Semanting, Tanjung Batu, dan Pulau Derawan.

Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu, melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Kelembagaan dan Sosial Budaya Masyarakat (Sosbudmas), M. Safari, menegaskan bahwa keberlanjutan pembangunan kampung sangat bergantung pada bagaimana aset yang ada dirawat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak boleh berhenti hanya sampai tahap serah terima proyek fisik semata.

“Melalui kegiatan ini, kami memberikan pemahaman kepada aparatur kampung bahwa fasilitas umum wajib dipelihara,” ungkapnya.

“Ini bukan hanya menjadi beban pemerintah kampung, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif lembaga desa dan seluruh lapisan masyarakat,” sambungnya.

Disampaikannya, keterlibatan aktif warga sangat krusial karena fasilitas publik tersebut digunakan bersama-sama untuk aktivitas sehari-hari.

Karena itu, rasa memiliki (sense of belonging) harus terus ditumbuhkan agar masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna, tetapi juga pelindung aset desa.

Dari sisi ekonomi desa, lanjutnya, pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas secara berkala dinilai dapat mencegah kerusakan dini.

Langkah preventif ini otomatis akan mengurangi beban anggaran kampung untuk membiayai pembangunan ulang yang berbiaya besar.

“Sisa anggaran pun bisa dialokasikan untuk program pemberdayaan lainnya,” terangnya.

Selain fokus pada perawatan fisik, sosialisasi tersebut menjadi momentum bagi DPMK untuk membedah strategi peningkatan status Indeks Desa menuju strata yang lebih tinggi dan mandiri.

Pemilihan kawasan Kecamatan Derawan sendiri dinilai sangat tepat mengingat wilayah ini memiliki aktivitas masyarakat yang padat serta potensi pariwisata yang besar.

“Kami berharap semua pihak, baik pemerintah kampung, lembaga, maupun masyarakat, bisa bersinergi,” bebernya.

“Jika fasilitas publik terjaga dengan baik, pelayanan masyarakat akan optimal dan kesejahteraan warga di kawasan wisata ini akan ikut meningkat,” pungkasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT