Pemkab Berau Perkuat Antisipasi Kekeringan Guna Amankan Ketahanan Pangan Daerah

KLIK BORNEO – BERAU.  Fenomena El Nino yang memicu musim kemarau berkepanjangan mulai menjadi tantangan serius bagi sektor pertanian di Kabupaten Berau. Selain menekan hasil panen, kekeringan memaksa petani mengubah jadwal tanam sejumlah komoditas strategis seperti padi, jagung, dan cabai.

Guna mengantisipasi dampak lanjutan terhadap produksi hingga akhir 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) bergerak cepat memperkuat dukungan pengairan, termasuk menyalurkan bantuan pompa air ke lahan-lahan terdampak.

Kepala DTPHP Berau, Lita Handini, mengungkapkan bahwa target produksi padi tahun ini dipatok lebih dari 8.800 ton. Namun, akibat keterbatasan pasokan air di lapangan, realisasi hingga Agustus 2026 baru menyentuh angka 40 persen.

“Panas ekstrem membuat produksi di banyak lokasi menurun karena kekurangan air,” ujarnya.

Tekanan cuaca ekstrem ini diperparah oleh hembusan angin kencang yang mempercepat penyebaran hama dan penyakit tanaman. Kondisi tersebut memicu dampak bervariasi di beberapa wilayah sentra tani. Di Kampung Buyung-Buyung dan Semurut, produksi padi masih berjalan meski mengalami penurunan signifikan. Sementara di Kampung Merancang, sebagian besar tanaman mengalami kegagalan produksi. Sebaliknya, wilayah Kampung Tasuk dan Labanan relatif lebih bertahan walau turut mengalami penurunan.

“Buyung-Buyung dan Semurut tidak gagal semua, tetapi hasilnya menurun. Di Merancang, sebagian besar gagal,” katanya.

Sebagai langkah konkret, penyerahan bantuan pompa air dimaksimalkan untuk mengalirkan pasokan dari sumber air terdekat. Meski demikian, jarak sumber air yang semakin jauh akibat kemarau panjang masih menjadi tantangan di lapangan.

“Petani yang masih bisa panen sebagian terbantu dengan pompa,” ungkapnya.

Dampak kemarau ini juga menyasar komoditas jagung yang penanamannya terpaksa ditunda hingga hujan turun, sementara petani cabai terus mempertahankan tanaman produktif melalui penyiraman manual. Pemkab Berau memprediksi jika hujan baru turun pada Oktober, jadwal tanam akan bergeser ke penghujung tahun. Pemantauan berkala terus dilakukan demi menjaga stabilitas ketahanan pangan daerah hingga akhir 2026.(Adv/*)

Penulis : Yoakim Elton SW
Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT