Permintaan Pasar Tinggi, Produksi Tenun Sukan Butuh Regenerasi SDM

KLIK BORNEO – BERAU. Produktivitas tenun ikat di Kampung Sukan Tengah, Kecamatan Sambaliung saat ini berada dalam situasi yang mengkhawatirkan. Pasalnya, permintaan pasar yang tinggi tidak seimbang dengan sumber daya manusia (SDM) yang ada.

Kepala Kampung (Kakam) Sukan Tengah, Bunyamin menegaskan bahwa sarung tenun produksi kampungnya memiliki potensi pasar yang menjanjikan. Bahkan, langsung laku terjual begitu selesai diproduksi.

Sayangnya, pengelolaan kerajinan ini terhambat masalah SDM. Sempat berjalan di bawah naungan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), aktivitas produksi tersendat karena keterbatasan SDM dan usia penenun yang tak lagi muda.

“Mayoritas SDM penenun yang mahir saat ini didominasi oleh warga lansia yang berumur sekitar 60 hingga 70 tahun. Kami sudah berusaha melakukan kaderisasi kepada warga usia produktif yang lebih muda, namun mereka belum sepenuhnya mahir,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Kamis (1/10/2026).

Meskipun Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau dan Dekranasda terus memberikan bantuan luar biasa berupa bahan baku hingga pelatihan, masalah konsistensi penenun muda juga masih membayangi.

Menurut Bunyamin, pendampingan dari dinas terkait sering kali terhenti efektivitasnya setelah satu minggu karena para peserta tidak melanjutkan aktivitas menenunnya secara mandiri.

Karena itu, Bunyamin berharap pemerintah daerah bersedia mengalokasikan anggaran khusus untuk memberikan insentif atau honor tetap bulanan bagi generasi muda produktif selama masa pelatihan.

Langkah ini bagi Bunyamin bertujuan untuk menarik para pemuda mengasah keahlian mereka di bidang itu. Sebab jika hanya mengandalkan tenaga penenun lansia yang ada sekarang, harapan untuk memajukan Sentra Tenun Sukan Tengah sukar diwujudkan.

“Kalau mengharapkan usia yang sekarang, tipis harapannya untuk tenun ini bisa maju,” tegasnya.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita sendiri menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mengatasi masalah regenerasi SDM penenun yang saat ini tengah terjadi di Sukan Tengah. Salah satu hal yang akan dilakukan yakni melalui pendampingan terhadap generasi muda yang berminat.

Untuk saat ini, pihaknya masih mematangkan langkah strategis dengan menyiapkan kelembagaan Sentra Tenun Sukan Tengah menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Melalui status UPTD ini, aspek manajemen produksi, penganggaran pembinaan, hingga kepastian ekosistem pasar bagi para perajin muda akan dikelola lebih profesional dan terstruktur.

“Dengan sinergi manajemen yang kuat antara BUMK dan UPTD nantinya, para penenun usia produktif busa kita dorong untuk menjadikan aktivitas menenun sebagai sumber pendapatan utama yang menjanjikan,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT