KLIK BORNEO – BERAU. Pemangkasan produksi batubara secara nasional tahun ini hingga mencapai 80 persen mengancam gelombang PHK massal terhadap ribuan pekerja di sektor pertambangan.
Produksi yang menurun tersebut juga dikhawatirkan berdampak pada menurunnya pendapatan asli daerah (PAD) di setiap wilayah provinsi hingga kabupaten/kota.
Menghadapi bahaya itu, Wakil Ketua I DPRD Berau, Subroto mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menggali sektor-sektor potensial yang bisa menggenjot pertumbuhan PAD dan menyerap tenaga kerja.
Salah satu sektor potensial yang dapat menghadapi bahaya menurunnya produksi batubara tersebut yakni sektor perkebunan lewat program hilirisasi CPO.
“Pengelolaan CPO menjadi produk jadi siap pakai dapat menaikkan PAD dan juga menyerap tenaga kerja,” ungkapnya.
Demi menjamin hilirisasi itu berjalan optimal dan maksimal, Subroto meminta Pemkab Berau untuk menetapkan kawasan khusus industri.
Hal tersebut tentu bertujuan agar pelaksanaan hilirisasi dapat berjalan baik tanpa dihantui permasalahan tata ruang. Berikutnya, dapat berkelanjutan lantaran bahan bakunya tersedia.
“Hilirisasi dengan pembentukan kawasan khusus industri ini sebenarnya menjadi jalan keluar sudah bagi kita,” jelasnya.
Subroto berharap masukan hilirisasi CPO itu dapat dipertimbangkan serius oleh pemerintah daerah untuk selanjutnya ditindaklanjuti. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi