Tragis, Serangan Buaya Pertama Kali Renggut Nyawa Nelayan di Maratua

KLIK BORNEO – BERAU. Kasus terkaman buaya yang merenggut nyawa seorang nelayan di Danau Kuku (Banban), Kampung Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, menjadi insiden pertama yang tercatat di pulau tersebut. Menyikapi tragedi ini, pemerintah setempat meminta warga untuk melipatgandakan kewaspadaan ketika beraktivitas di area perairan.

Hermansyah, selaku Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, mengungkapkan bahwa dalam rekam data BPBD, wilayah Maratua sebelumnya bersih dari riwayat konflik antara buaya dan manusia.

“Di wilayah Maratua juga ada buaya, jadi harus hati-hati dan waspada,” ujar Hermansyah.

Ia menambahkan, eksistensi predator tersebut di Pulau Maratua sebenarnya bukan hal baru. Pada April 2025, warga sempat dihebohkan oleh kemunculan seekor buaya di sekitar Pantai Lumantang yang kemudian berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

IMG 20260706 WA0028

Kala itu, otoritas terkait menjamin bahwa destinasi wisata utama di sana tetap steril dan aman bagi pelancong.

Meski begitu, peristiwa yang menewaskan Saifuddin (40), nelayan asal Kampung Teluk Harapan ini, menorehkan catatan kelam sebagai kasus fatalitas pertama akibat serangan buaya di kawasan tersebut.

Guna merespons kejadian ini, Hermansyah menyebut BPBD Berau segera menjalin koordinasi dengan pihak kecamatan, aparat penegak hukum, dan tim gabungan demi melacak keberadaan buaya yang diduga menjadi pelaku penyerangan.

Upaya ini diambil sebagai langkah preventif agar tragedi serupa tidak terulang kembali, sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat yang kerap beraktivitas di danau maupun wilayah perairan lainnya agar lebih berhati-hati.

Di sisi lain, Kepala BLUD UPTD Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Kepulauan Derawan Maratua, Didik Riyanto mengaku baru saja mendapatkan laporan terkait musibah ini dan tengah menanti hasil koordinasi antarinstansi.

“Kami baru dengar berita itu. Untuk tindak lanjutnya apakah akan ada evakuasi buaya itu seperti penampakan sebelumnya, belum bisa dipastikan. Nanti kami koordinasikan dulu dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Damkar Berau,” katanya.

Sebagai informasi, Saifuddin mengembuskan napas terakhir setelah diterkam buaya saat tengah menyelam untuk mencari kerang di Danau Kuku pada Sabtu (4/7/2026).

Setelah pencarian intensif yang melibatkan personel Polsek Pulau Maratua, TNI, serta warga sekitar, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi wafat beberapa jam kemudian, berjarak sekitar 500 meter dari titik awal hilangnya korban. (/*)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT