Perusahaan Wajib Integrasikan Data ke SIPERIBUN

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) mulai mengimplementasikan kebijakan nasional mengenai penataan perkebunan. Kewajiban utama adalah integrasi seluruh data perusahaan perkebunan ke dalam Sistem Informasi Perusahaan Perkebunan (SIPERIBUN) yang dikelola oleh pemerintah pusat.

Kebijakan ini bertujuan mengatasi masalah klasik di sektor perkebunan, mulai dari tumpang tindih lahan, produktivitas yang rendah, hingga persoalan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi.

Kepala Dinas Perkebunan Berau, Lita Handini, memastikan bahwa Disbun Berau telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mempercepat penyelarasan kebijakan di tingkat daerah. Penataan data yang rapi disebut sebagai kunci untuk tata kelola yang transparan dan akuntabel.

“Kebijakan ini sudah menjadi instruksi nasional dan kami di daerah wajib mengikutinya. Saat ini kami sedang memperkuat verifikasi dan pembaruan data seluruh perusahaan perkebunan di Berau agar semuanya terintegrasi dalam sistem,” ujar Lita.

Disbun Berau kini secara aktif mendorong seluruh perusahaan perkebunan untuk segera melengkapi dan memutakhirkan kelengkapan administrasi sebelum data dikirim ke sistem pusat. Data yang wajib diserahkan meliputi luas lahan, status perizinan, pola kemitraan, hingga data plasma petani.

Lita menegaskan bahwa kepatuhan ini bersifat wajib dan pemerintah pusat menginginkan tata kelola yang lebih transparan, yang dinilai sebagai kepentingan bersama.

“Kami tidak ingin ada perusahaan yang terlambat atau abai. Semua wajib melengkapi data, mulai dari luas lahan, status perizinan, pola kemitraan, hingga data plasma. Pemerintah pusat ingin tata kelola perkebunan lebih transparan, dan ini menjadi kepentingan bersama,” tegasnya.

Selain penertiban data administrasi, Disbun Berau juga memperketat pengawasan lapangan untuk memberantas keberadaan kebun ilegal. Lita menyebut tim khusus telah ditugaskan untuk melakukan pengecekan berkala guna memastikan aktivitas perkebunan sesuai dengan izin yang dimiliki.

Disbun Berau optimistis implementasi SIPERIBUN akan berdampak positif bagi petani dan sektor perkebunan secara luas. Dengan data yang akurat, program pemberdayaan dan bantuan bagi petani dapat lebih tepat sasaran.

“Jika datanya rapi, kami bisa memastikan bantuan bibit, pupuk, hingga pembinaan kemitraan diberikan kepada kelompok tani yang benar-benar membutuhkan. Ini sangat membantu perencanaan daerah,” jelas Lita.

Untuk memastikan percepatan maksimal, Disbun telah menyiapkan tim khusus pengawal integrasi data. Lita berharap seluruh pemangku kepentingan mendukung kebijakan ini demi terciptanya sektor perkebunan yang lebih modern dan berkelanjutan di Berau. Tim Disbun dijadwalkan mulai turun ke lapangan minggu depan untuk pengecekan administratif dan monitoring, dengan target semua data masuk sistem sebelum batas waktu dari pusat.(Adv)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT