Suriansyah Desak Dinas Terkait Patok Target Produksi Nyata

Mengalami degradasi, Pemkab Berau melalui DTPHP melakukan beberapa langkah antisipasi alih fungsi lahan pertanian. Pasalnya trend ini berdampak pada penurunan produksi pertanian dalam beberapa tahun terakhir.

KLIK BORNEO – BERAU. Anggota Komisi II DPRD Berau, Suriansyah, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Berau dalam merealisasikan program swasembada pangan di Bumi Batiwakkal. Namun, ia memberikan catatan kritis bahwa ambisi besar tersebut hanya akan menjadi wacana kosong jika tidak dibarengi dengan penetapan target produksi yang jelas dan terukur dari instansi teknis terkait.

Pernyataan ini muncul merespons langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Berau yang melakukan studi banding ke Nusa Tenggara Barat untuk mempelajari pengelolaan lahan pertanian dan peternakan. Suriansyah menilai inisiatif tersebut merupakan langkah awal yang tepat dalam memetakan potensi kemandirian pangan daerah, termasuk upaya memenuhi kebutuhan daging secara mandiri tanpa harus mendatangkan pasokan dari luar pulau.

Menurut Suriansyah, konsep diversifikasi pangan dan intensifikasi lahan yang ditawarkan pemerintah sangat relevan dengan kondisi geografis Berau saat ini. Ia mencontohkan optimalisasi lahan sawit yang terintegrasi dengan peternakan sapi sebagai salah satu solusi konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sektor agribisnis.

Lebih lanjut, politisi ini mendesak Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau untuk segera menyusun peta jalan produksi yang dibarengi dengan penyediaan sarana prasarana memadai. Ia menegaskan bahwa tanpa adanya angka target yang pasti, arah kebijakan swasembada pangan akan sulit dievaluasi efektivitasnya.

Harus ada gagasan dan target jelas dari dinas terkait, misalnya produksi pangan lokal dipatok minimal 50 ton per bulan. Kalau tidak ada target, mau sampai kapan kita terus bergantung pada pasokan dari luar daerah, tegas Suriansyah saat menyoroti ketergantungan pangan Berau selama ini.

Ia berharap dinas terkait tidak hanya terjebak dalam rutinitas administratif, tetapi lebih berperan aktif merancang program unggulan yang berorientasi pada hasil produksi. Suriansyah menginginkan adanya aksi nyata di lapangan agar Berau benar-benar berdaulat secara pangan dan mampu menyejahterakan para petani lokal melalui efisiensi sistem pertanian yang modern.

Ini bukan sekadar wacana tetapi harus jadi aksi nyata di lapangan. Dinas harus hadir dengan solusi konkret bagi petani, bukan hanya sekadar memberikan laporan di atas meja, pungkas Suriansyah menutup keterangannya. (Adv)

Penulis : Yoakim Elton SW

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT