Retribusi Tak Cukup Biayai Operasional Armada, Diperlukan Penyesuaian Tarif

KLIK BORNEO – BERAU. Biaya retribusi kebersihan atau iuran sampah yang diperoleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau setiap tahun, diketahui lebih kecil dari biaya yang harus dikeluarkan untuk operasional armada pengangkut sampah.

Karena itu, diperlukan penyesuaian tarif retribusi yang wajar agar biaya operasional armada tidak memberatkan keuangan daerah. Berikutnya, tetap sesuai dengan kondisi di lapangan.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari menjelaskan total retribusi sampah yang masuk ke khas daerah setiap tahun hanya mencapai Rp800 – 900 juta. Jumlah itu bahkan belum memenuhi 30 persen biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan BBM armada.

“Karena BBM saja mencapai Rp3,5 miliar per tahun. Sehingga kalau kita lihat angka retribusi sampah yang masuk, perbandingannya sangat jauh,” ungkapnya.

Diakuinya, biaya operasional untuk armada pengangkut sampah itu digelontorkan dalam jumlah yang cukup besar mengingat volume sampah yang diangkut per hari juga tidak sedikit, mencapai 90 – 100 ton.

“Jadi, volume sampah yang besar memaksa kita untuk menyiapkan biaya operasional yang mencukupi,” jelasnya.

Untuk mencegah agar tidak terjadi kerugian finansial, Zulkifli menegaskan agar adanya penyesuaian tarif retribusi. Sebab, tarif retribusi yang ada saat ini tidak lagi relevan dengan kondisi di lapangan.

Pihaknya juga sedang mengkaji aturan yang diperlukan demi penyesuaian itu. Selanjutnya, Zulkifli berharap agar penyesuaian itu dapat diterima semua pihak, mulai dari jajaran eksekutif dan legislatif hingga masyarakat luas.

“Sudah lama tarif ini tidak diperbarui. Kami juga sedang mengkaji aturan baru agar pengelolaan sampah bisa lebih mandiri dan maksimal,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT