KLIK BORNEO – BERAU. Persoalan ganti rugi lahan milik warga Gunung Sari di Kecamatan Segah oleh PT Berau Bara Abadi (BBA) belum juga berakhir hingga saat ini. Masalah itu terpaksa dibahas kembali dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Berau, Senin (25/5/2026).
Sayangnya, rapat itu tidak dihadiri oleh manajemen PT BBA. Alhasil, belum ada kesepakatan di atara perusahaan dan para petani sawit yang masih menanti kejelasan hak mereka tersebut.
Sukardi, salah satu warga yang menuntut ganti rugi itu menegaskan hingga saat ini dirinya belum menerima sepeser pun uang ganti rugi dari perusahaan.
Bahkan, saat melakukan penggusuran lahan sawit miliknya untuk operasional tambang batu bara perusahaan, belum pernah ada negosiasi hingga pembebasan lahan oleh perusahaan.
“Kami tanam di 2011, seluas 14 Ha. Kami minta Rp8 miliar. Karena ada penggusuran. Tidak naik, tidak turun. Tapi belum ada pembayaran,” ungkapnya.
Sukardi meminta agar permasalahan itu dapat dikawal oleh pihak legislatif. Apalagi hingga saat ini sebagian lahan sawitnya yang belum digusur tidak lagi produktif lantaran terdampak perubahan aliran Sungai Siagung oleh perusahaan.
“Tahun 2025 ada pemindahan sungai. Kami tidak bisa ambil hasil (sawit) karena terus kena air,” jelasnya.
Pipit, warga lain yang juga menuntut haknya menilai selama ini perusahaan tidak menggunakan cara yang etis saat melakukan pembebasan lahan. Cara yang digunakan bahkan terkesan tidak manusiawi dan intimidatif.
“Karena perusahaan anggap kami orang susah. Apa maksud menggusur di malam hari tapi pakai ormas? Tidak ada etikanya. Tidak ada ke rumah bahas tali asih. Tidak ada negosiasi,” bebernya.
Pipit meminta jajaran eksekutif dan legislatif Berau untuk hadir membantu masyarakat. Agar hak-hak mereka dapat segera terpenuhi.
Ketua Komisi II DPRD Berau, Rudi Mangunsong sendiri pada poin kesimpulan pembahasan itu menegaskan bahwa RDP dengan agenda yang sama akan diagendakan lagi dengan menghadirkan manajemen PT BBA.
“Karena kita tidak akan bisa bicara soal kesepakatan kalau hanya satu pihak saja yang hadir,” ujarnya.
Sementara Humas PT BBA, Syarial yang dimintai tanggapannya oleh media ini terkait alasan ketidakhadiran belum memberikan tanggapan. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi