KLIK BORNEO – BERAU. Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Rivai Kabupaten Berau berencana menghadirkan layanan pemasangan cincin jantung (Percutaneous Coronary Intervention/PCI), pada tahun 2027 mendatang.
Untuk menunjang keberadaan layanan tersebut, pengiriman tenaga medis, khususnya dokter jantung ke luar negeri untuk memperdalam keahlian di bidang itu, sudah mulai dilakukan.
Direktur RSUD Abdul Rivai, Jusram mengungkapkan bahwa pemenuhan layanan pemasangan cincin jantung dan angiografi menjadi salah satu prioritas rumah sakit pelat merah tersebut.
“Karena kami belum punya kemampuan untuk itu, kami masih menunggu bantuan dari Kemenkes tahun depan rencananya,” ungkapnya kepada Klikborneo.com.
“Nah, untuk menunjang itu salah satu dokter jantung kami, sudah kami berangkatkan untuk sekolah di Cina. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa kembali,” sambungnya lagi.
Langkah tersebut, lanjut Jusram, dilakukan untuk mengatasi keterbatasan fasilitas penanganan intervensi dan mengatasi masalah rujukan pasien ke luar daerah. Apalagi jumlah pasien jantung sendiri mencapai 30 orang per hari.
“Itu baru antrean poli. Belum pasien-pasien jantung yang memerlukan tindakan lebih lanjut. Kami rujuk ke Samarinda atau ke Balikpapan,” jelasnya.
Dari segi kesiapan SDM, Jusram mengakui bahwa kapasitas tenaga dokter spesialis jantung di rumah sakit kelas C tersebut sudah mencukupi, terutama untuk penanganan medis harian.
“Untuk rumah sakit kelas C, tiga dokter jantung yang ada itu sudah cukup. Secara SDM sudah siap, tinggal pemenuhan fasilitasnya lagi,” bebernya.
Selain penguatan penanganan penyakit jantung, tambah Jusram, manajemen RSUD Abdul Rivai juga terus meningkatkan kualitas layanan untuk cuci darah dan kemoterapi.
“Mudah-mudahan tahun ini kami bisa menambah mesin. Lalu bekas IGD yang dulu mau kami manfaatkan jadi ruang cuci darah yang baru. Mudah-mudahan 3 bulan ini bisa diselesaikan.”
“Lalu kemoterapi. Kami sudah berangkatkan sekolah dokternya mudah-mudahan bulan depan sudah kembali untuk menyusun program pelaksanaan kemoterapi di Berau,” tandasnya. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi