KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau kini menaruh perhatian serius pada pemenuhan jaringan internet di sektor pelayanan kesehatan.
Pasalnya, sesuai hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), infrastruktur internet untuk Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Bumi Batiwakkal belum sepenuhnya merata.
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, membenarkan adanya temuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa potret pelayanan digital di puskesmas menjadi evaluasi penting yang harus segera diselesaikan.
“Kemarin dari hasil audit atau temuan BPK, jaringan internet di puskesmas baru tercover sekitar 70-an persen. Masih ada sekitar 20-an persen yang belum tercover,” ungkapnya.
Menurut Didi, wilayah puskesmas yang paling banyak belum terjangkau akses internet tersebut tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.
Kondisi itu, lanjutnya, berbanding terbalik dengan pemenuhan internet untuk fasilitas kantor kampung yang diklaim sudah tuntas secara keseluruhan. Apalagi, pemerintah daerah dipastikan tidak mengalokasikan anggaran khusus untuk penambahan kuota jaringan baru.
Menyiasati kendala anggaran tersebut, Diskominfo Berau berupaya membangun kolaborasi intensif dengan pihak swasta, khususnya operator seluler atau penyedia jasa telekomunikasi.
“Tahun ini tidak ada lagi penambahan kuota jaringan internet. Kami sementara masih berharap dari operator seluler,” jelasnya.
Melalui kerja sama dengan operator seluler, Diskominfo Berau berharap sisa 20-an persen puskesmas yang belum terkoneksi internet bisa segera terakomodasi.
Ketersediaan jaringan yang stabil sangat krusial di fasilitas kesehatan tingkat pertama ini demi mendukung kelancaran pelaporan data medis, rujukan online, serta program digitalisasi kesehatan nasional. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi