KLIK BORNEO -BERAU. BuEKpati Berau Sri Juniarsih Mas memimpin aksi pembersihan sampah di pesisir Pulau Maratua, Jumat (7/8) kemarin. Dalam aksi lingkungan tersebut, ia mengapresiasi kebersihan wilayah pesisir yang dinilai kian membaik, sembari menyoroti peluang pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah bagi masyarakat setempat.
Ia mengakui kebersihan kawasan tersebut tidak lepas dari kerja keras para tim di lapangan. “Pantai Maratua saat ini sudah jauh lebih bersih berkat ketelatenan para petugas yang setiap hari merawat kawasan ini,” ujar Sri Juniarsih Mas di sela-sela kegiatan.
Meski demikian, pemandangan pesisir yang kian tertata ini menurutnya masih menyisakan tantangan sekaligus peluang baru. Ia menilai pengolahan sampah pesisir belum dimaksimalkan secara menyeluruh dari sisi pemberdayaan warga.
“Namun, ada beberapa hal yang masih terlewatkan, yakni potensi ekonomi yang sebenarnya bisa dipetik dari sampah-sampah limbah ini,” tegas Bupati Berau.
Menurutnya, material buangan yang terkumpul di area pantai sebenarnya dapat diolah kembali menjadi produk daya guna. Jenis limbah tertentu memiliki prospek bisnis yang cerah jika dikelola secara kreatif oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
“Limbah plastik seperti tutup botol hingga cangkang rumah kerang ini bisa diolah menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomi tinggi bagi UMKM,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Berau, Eva Yunita, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti imbauan bupati melalui program pendampingan dan pelatihan daur ulang bagi warga pesisir.
“Kami menyambut baik arahan Ibu Bupati dan siap memfasilitasi pelatihan olahan kerajinan limbah bagi UMKM di Maratua,” kata Eva Yunita.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mengubah beban lingkungan menjadi peluang kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Pulau Maratua.(Adv/*)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi