KLIK BORNEO – MARATUA. Keindahan bawah laut Maratua merupakan kekayaan alam sekaligus aset wisata yang membutuhkan komitmen bersama untuk menjaganya. Semangat tersebut diwujudkan Berau Divers bersama Green Nirvana Resort melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
Kegiatan transplantasi menjadi bagian dari rangkaian “Cinta Maratua untuk Negeri” yang dilaksanakan Berau Divers pada 7–9 Agustus 2026 dan melibatkan lebih dari 30 peserta dari scuba diver dan freediver.
Dalam kegiatan tersebut, Green Nirvana Resort mendukung penuh upaya ini, beberapa diantaranya penyediaan media transplantasi serta sarana dan prasarana pendukung. Kolaborasi ini sekaligus melanjutkan komitmen Green Nirvana dalam menjaga ekosistem bawah laut Maratua. Hingga saat ini, lebih dari 450 rak atau rangka transplantasi terumbu karang telah ditempatkan melalui kegiatan konservasi yang dilakukan secara rutin oleh Green Nirvana.
Kolaborasi Menjaga Terumbu Karang Maratua
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas yang hadir dalam seremoni transplantasi terumbu karang mengapresiasi upaya menjaga ekosistem laut Maratua.

“Maratua adalah salah satu kebanggaan kita. Kita ketahui bahwa habitat yang ada di dalam laut membutuhkan terumbu karang untuk hidup. Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kita untuk menjaga karang agar tetap terjaga, sehingga habitat yang ada di dalamnya dapat hidup dengan baik dan potensi wisata yang kita miliki dapat terus dikembangkan,” ujar Sri Juniarsih.
Ia juga mengapresiasi Berau Divers dan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengampanyekan pelestarian laut dan terumbu karang kepada masyarakat nasional maupun internasional.
Ketua Umum Berau Divers Fitriani mengatakan transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program komunitas sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian laut Maratua.
“Transplantasi terumbu karang merupakan salah satu program Berau Divers. Kami berupaya memberikan sumbangsih dalam melestarikan karang-karang yang ada di Pulau Maratua,” ujarnya.
Fitriani turut mengapresiasi konsistensi Green Nirvana yang telah melakukan kegiatan transplantasi secara rutin.
“Lebih dari 450 rangka transplantasi yang telah ditempatkan Green Nirvana menunjukkan konsistensi dalam menjaga ekosistem bawah laut Maratua. Kami berharap apa yang dilakukan Green Nirvana dapat menjadi contoh bagi resort dan pelaku usaha lainnya, khususnya di sektor wisata bahari, untuk ikut mengambil peran nyata dalam menjaga laut,” kata Fitriani.
Menurutnya, keberlanjutan wisata Maratua tidak dapat dipisahkan dari kondisi lingkungan yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
“Semakin banyak manfaat yang kita dapatkan dari keindahan Maratua, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaganya. Inilah semangat ‘One Ocean, One Responsibility’ yang ingin terus kami bawa,” tambahnya.
Konservasi Menjadi Bagian dari Aktivitas Wisata
Pemilik Green Nirvana Resort Ivan mengatakan transplantasi terumbu karang telah menjadi kegiatan konservasi yang dilakukan secara rutin dan tidak hanya pada momentum tertentu.
“Kami hidup dan menjalankan aktivitas wisata dari keindahan alam Maratua. Karena itu, bagi kami ada tanggung jawab untuk ikut menjaganya. Transplantasi terumbu karang bukan hanya dilakukan pada momentum tertentu, tetapi menjadi kegiatan yang kami lakukan secara rutin dan berkelanjutan,” ujar Ivan.
Ia menyambut kolaborasi bersama Berau Divers dan berharap semakin banyak pihak terlibat dalam menjaga ekosistem Maratua.
“Kami senang bisa berkolaborasi dengan Berau Divers. Dalam kegiatan ini Green Nirvana mendukung media transplantasi serta sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Harapan kami, semakin banyak pihak yang ikut peduli dan mengambil bagian dalam menjaga terumbu karang Maratua,” katanya.
Wisata Maratua Harus Tumbuh Bersama Konservasi
Ketua Panitia Berau Divers Agus mengatakan upaya menjaga terumbu karang semakin penting setelah adanya sejumlah kerusakan pada ekosistem bawah laut Maratua.
“Terumbu karang kita mengalami kerusakan di beberapa titik dan itu yang coba kami perbaiki. Tujuan kami adalah bagaimana mengembalikan ekosistem laut di kawasan Maratua dan sekitarnya agar menjadi lebih asri dan lebih baik, sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara,” ujarnya.
Kepedulian tersebut semakin relevan setelah insiden kandasnya kapal wisata jenis Live on Board (LOB) di kawasan Channel Point/Tornado Barracuda pada Juni 2026 yang berdampak terhadap terumbu karang. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas wisata bahari perlu dilakukan secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Agus menilai konsistensi Green Nirvana dalam melakukan transplantasi dapat menjadi contoh keterlibatan pelaku wisata dalam menjaga ekosistem yang menopang aktivitas pariwisata.
“Apa yang dilakukan Green Nirvana patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh. Pelaku usaha wisata tidak hanya menikmati manfaat ekonomi dari keindahan Maratua, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam menjaga dan memulihkan ekosistem yang menjadi daya tarik wisata itu sendiri,” ujar Agus.
Menurutnya, mencegah kerusakan jauh lebih penting dibandingkan melakukan pemulihan setelah kerusakan terjadi.
“Kita ingin wisata Maratua terus berkembang, tetapi harus tumbuh bersama dengan konservasi. Resort, operator wisata, komunitas, wisatawan, dan seluruh pihak yang beraktivitas di laut harus memastikan kegiatannya tidak justru merusak terumbu karang maupun mengganggu kehidupan laut,” katanya.
Rangkaian “Cinta Maratua untuk Negeri” turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Berau, PT Berau Coal, PT Asian Bulk Logistic, Ruang Sapta, PT Pamapersada Nusantara, PDAM Batiwakkal, Bankaltimtara, PLN UP3 Berau, Hutan Sanggam Lestari, Berau Jaya Energy, Maluang Raya, dan Indo Pusaka Berau.
Melalui kolaborasi ini, Berau Divers berharap semakin banyak pelaku usaha, masyarakat, komunitas, dan wisatawan mengambil peran dalam menjaga ekosistem laut Maratua.
Sebab, wisata Maratua harus tumbuh bersama dengan konservasi. Menjaga keindahannya hari ini berarti memastikan kekayaan bawah laut tersebut tetap hidup untuk generasi berikutnya.(adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi