KLIK BORNEO – BERAU. Dampak musim kemarau di Kabupaten Berau kian nyata dan mulai memukul isi dompet masyarakat. Akibat cuaca kering yang berkepanjangan, pasokan sejumlah bahan pangan, terutama sayur-mayur yang kian menipis di pasaran, memicu lonjakan harga yang cukup signifikan.
Sekretaris Dinas Pangan Berau, Dewi Rosita membenarkan bahwa minimnya curah hujan membuat banyak tanaman hortikultura mengering. Imbas kekeringan ini, stok sayur di pasar tradisional menjadi langka dan harganya otomatis melonjak.
Saat ini, warga harus membayar hingga Rp20.000 untuk seikat bayam. Kondisi serupa terjadi pada kangkung yang kini dibanderol di kisaran Rp15.000 hingga Rp20.000 per ikat.
Tak hanya itu, ancaman kekeringan kini juga mengintai komoditas beras. Beberapa wilayah lumbung padi seperti Kampung Semurut dan Buyung-Buyung dilaporkan mulai terdampak kemarau.
Pemerintah daerah memprediksi harga beras berpotensi naik jika para petani mengalami gagal panen. Meski begitu, untuk saat ini harga beras terpantau masih normal.
“Varian premium dijual Rp16.000 per kilogram, sedangkan varian medium berkisar antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, harga ayam potong juga masih “terbang” tinggi di atas harga wajar. Berdasarkan pantauan Dinas Pangan Berau, harga daging ayam saat ini bertahan di angka Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
“Angka itu bahkan bisa ditaksir akan naik lagi,” bebernya.
Isnan, salah seorang pedagang ayam di pasar lokal yang memasok dagangannya dari Kampung Sukan Tengah, mengaku terpaksa menjual ayam seharga Rp39.000 per kilogram. Padahal, dalam kondisi normal harganya hanya berkisar Rp30.000 hingga Rp32.000.
Menurut Isnan, tingginya harga ini sebenarnya sudah dipicu sejak bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan diperparah oleh situasi kemarau. Ia bahkan memprediksi harga daging ayam akan sulit turun hingga akhir tahun nanti.
Kendati harga sayur dan ayam melonjak, beberapa komoditas pangan lainnya terpantau masih relatif aman dan terkendali.
Beberapa komoditas itu antara lain telur ayam Rp53.000 – Rp60.000 per piring; bawang putih Rp40.000 – Rp45.000 per kilogram; bawang merah Rp50.000 per kilogram; daging sapi lokal Rp170.000 per kilogram; dan daging sapi Bulog Rp135.000 per kilogram.
Dinas Pangan Kabupaten Berau menegaskan akan terus mengawasi pergerakan harga pasar secara berkala. Langkah antisipasi disiapkan, terutama jika musim kemarau berlangsung lebih lama dan mulai mengganggu stabilitas ketahanan pangan daerah secara luas. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi