KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus berkomitmen memperkuat tatanan ekonomi dan tata kelola pemerintahan di tingkat tapak. Komitmen ini diwujudkan melalui dorongan berkelanjutan agar kampung-kampung di Bumi Batiwakkal mampu mengoptimalkan potensi lokal secara mandiri serta mengurangi ketergantungan pada sokongan bantuan luar.
Langkah strategis Pemkab Berau membuahkan hasil positif dengan nihilnya kampung berstatus tertinggal sejak 2024. Kini, pemda membidik kenaikan status bagi dua kampung, yakni Kampung Suaran dan Kampung Giring-Giring, untuk mencapai predikat Kampung Mandiri pada 2027 mendatang. Di saat bersamaan, Kampung Merancang Ilir, Samburakat, serta Teluk Sumbang ditargetkan naik kelas menjadi Kampung Maju.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said, menegaskan pentingnya penyajian data Indeks Desa secara presisi dan objektif oleh jajaran aparat kampung guna menjaga ketepatan arah pembangunan daerah.
“Data harus valid dan bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, karena ketidaktepatan data juga dapat mempengaruhi arah kebijakan pembangunan,” tegas Sekkab Berau, Muhammad Said.
Sekkab menambahkan, ketelitian data kian krusial di tengah dinamika penyesuaian anggaran daerah. Pemerintah kampung dituntut makin jeli mengapit peluang dan mengelola potensi wilayah secara berkelanjutan demi kesejahteraan warga.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tentram Rahayu, memaparkan bahwa tren status pembangunan kampung di Berau terus bergerak ke arah yang lebih baik. Berdasarkan pengukuran terbaru, jumlah Kampung Berkembang menyusut dari 39 menjadi 30 kampung, sementara Kampung Maju melonjak dari 42 menjadi 47 kampung, dan Kampung Mandiri naik dari 19 menjadi 22 kampung.
Pengukuran capaian ini kini mengacu pada regulasi baru pengganti Indeks Desa Membangun (IDM) yang mencakup enam dimensi utama, yaitu layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan.
“Penerapan Indeks Desa diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembangunan kampung, karena data yang diinput dalam Indeks Desa akan menjadi acuan utama dalam penyusunan kebijakan,” jelas Kepala DPMK Berau, Tentram Rahayu.(Adv/*)
Penulis : Heri P
Editor : Rahmat Efendi