KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) terus bergerak cepat dalam menata ruang wilayah demi memastikan pertumbuhan ekonomi daerah tidak terhambat.
Salah satu langkah konkret yang kini menjadi fokus utama adalah pematangan rencana strategis ketenagalistrikan guna menyokong lonjakan industri pariwisata Berau di masa depan.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang DPUPR Berau, Sekhnurdin menegaskan bahwa langkah antisipatif tersebut perlu disiapkan, mengingat lompatan industri pariwisata Bumi Batiwakkal akan terus berkembang.
Karena itu, kekayaan energi yang ada di Berau harus dimanfaatkan secara optimal. Sebab, tanpa pasokan listrik yang andal, potensi besar pariwisata daerah berisiko tidak tergali maksimal.
“Semakin berkembangnya Berau, terutama ke arah industri pariwisata, pasti membutuhkan pasokan energi yang besar,” ungkapnya, Rabu (23/9/2026).
Untuk menjawab tantangan tersebut, lanjutnya, DPUPR Berau telah memasukkan poin-poin strategis dalam perencanaan tata ruang wilayah.
Rencana masa depan tersebut meliputi proyek skala besar, di antaranya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Kelay.
Selain itu, terdapat pula sinergi bersama PT PLN yang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di kawasan Samburakat, Kecamatan Gunung Tabur.
Langkah pengamanan energi ini berjalan beriringan dengan penyelesaian berbagai isu tata ruang lainnya, seperti kepastian tapal batas wilayah oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hingga komitmen menjaga konsistensi Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
Sekhnurdin optimis, koordinasi yang kuat secara lintas sektor ini akan membuahkan hasil manis dalam waktu dekat demi kemudahan investasi dan pembangunan di Berau.
“Bersamaan dengan penyelesaian batas wilayah oleh Mendagri dan konsistensi lahan sawah, kita optimis seluruh persyaratan pendukung tata ruang ini bisa klir pada 2027,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi