KLIK BORNEO – BERAU. Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan pentingnya konsistensi jadwal dalam penyelenggaraan ajang pariwisata tahunan di Bumi Batiwakkal. Peringatan tegas ini disampaikan di tengah langkah masif Pemkab Berau memacu pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Gamalis menyebutkan bahwa pariwisata telah didesain sebagai sumber pendapatan utama yang akan menopang keuangan daerah selama 20 tahun ke depan. Berbagai event budaya dan hiburan pun disiapkan sebagai wadah utama untuk menarik minat wisatawan dari luar daerah.
“Karena lewat event ini, turis dan wisatawan dari luar daerah bisa kita undang,” ujar Gamalis.
Guna mencapai target tersebut, ia meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau berkoordinasi tuntas dengan seluruh pemerintah kampung sebelum menerbitkan kalender wisata resmi. Kepastian tanggal pelaksanaan dinilai sangat penting agar promosi yang diluncurkan ke luar daerah dapat memberikan informasi yang akurat bagi calon pengunjung.
“Informasi yang disampaikan harus utuh, jadi wisatawan bisa merencanakan kegiatan selama ada di Berau,” pesannya.
Ia mengingatkan agar pihak penyelenggara tidak mengubah jadwal acara saat mendekati hari H. Perubahan tanggal yang mendadak tidak hanya merusak perencanaan perjalanan wisatawan, tetapi juga berisiko menurunkan minat dan kepercayaan publik terhadap pariwisata Berau.
“Karena antusiasnya yang harus diambil,” tegas Gamalis.
Konsistensi jadwal juga menjadi syarat mutlak agar event di Berau dapat lolos ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata. Keikutsertaan dalam agenda nasional tersebut akan membuka peluang kucuran dana dukungan dari pemerintah pusat sekaligus meluaskan jangkauan promosi.
“Kita ingin ini konsisten karena ke depan pariwisata jadi tulang punggung ekonomi daerah kita,” tambahnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau sendiri telah menyiapkan deretan event unggulan yang dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni hingga Desember 2026. Pada bulan Juni digelar Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Sambaliung. Memasuki bulan Juli, masyarakat dapat menyaksikan Melas Kampung Suaran di Kampung Suaran serta Abut Barintak Fest di Kampung Gurimbang, Sambaliung. Selanjutnya di bulan Agustus, ajang Sport Tourism Bupati Berau Independence Run (BBIR) siap dihelat di Tanjung Redeb.
Agenda wisata paling padat terjadi pada bulan September dengan digelarnya Berau Ethno Cultural Carnival, Lomba Ancur Paddas, Lomba Puncak Rasul, dan Festival Jajanan Tradisional di Tanjung Redeb. Pada bulan yang sama, turut digelar Mamallas Banua di Sambaliung, Baturunan Parau di Gunung Tabur, Lomba Perahu Panjang di Sungai Segah, serta 7 Banua Fest yang bertempat di GOR Pemuda dan Pulau Derawan.
Rangkaian acara berlanjut pada bulan Oktober lewat gelaran Mag Lami–Lami Lahatku di Kampung Tanjung Batu. Pada bulan November, acara Mag Jamu di Kampung Tanjung Batu dan Karrap Fest di Tanjung Redeb siap menyapa pengunjung. Rangkaian pesta budaya ini kemudian ditutup pada bulan Desember melalui tradisi Meja Panjang di Kampung Merasa.
Gamalis berharap deretan agenda tahunan tersebut dapat terselenggara tepat waktu serta berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat lokal.(Adv/*)
Penulis : Heri P
Editor : Rahmat Efendi