Produksi Ikan Berau Capai 30 Ribu Ton, Bupati Sri Dukung Program Hilir Berau

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berkomitmen penuh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi kelautan.

Salah satu program unggulan yang saat ini tengah dikembangkan yakni program Hilir Berau, yang berfokus pada hilirisasi pengalengan produk perikanan premium.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas sendiri menyatakan dukungannya atas implementasi program tersebut. Baginya, program itu dirancang guna mendongkrak daya saing dan mempercepat peningkatan ekonomi di Kabupaten Berau.

Disampaikannya, program itu patut direalisasikan mengingat hasil tangkapan di Bumi Batiwakkal selama ini belum menghasilkan nilai tambah ekonomi maksimal bagi daerah.

“Kami mendukung penuh inovasi Hilir Berau. Semoga inovasi ini berdampak signifikan bagi kemajuan peningkatan ekonomi di Kabupaten Berau,” ungkapnya.

Berdasarkan data Diskan Kabupaten Berau, produksi perikanan Berau pada tahun 2025 sukses mencapai 30.196,71 ton. Meski potensinya masif, baru sekitar 4.902,72 ton atau 16,24 persen yang masuk dalam proses pengolahan.

Sejauh ini, lanjut Bupati Sri, sebagian besar hasil perikanan masih dipasarkan dalam bentuk produk primer (ikan segar) maupun olahan sederhana.

Sementara itu, produk pengalengan premium lokal dengan standar ketat seperti Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) belum tersedia sebagai komoditas unggulan daerah.

“Kondisi itu menunjukkan adanya kesenjangan nyata antara besarnya angka produksi, kapasitas pengolahan, serta nilai tambah produk (added value) yang dihasilkan,” terangnya.

Baginya, tantangan utama sektor perikanan saat ini bukan lagi sekadar besarnya jumlah produksi. Sebaliknya bagaimana mengubah hasil perikanan tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan berdaya saing di pasar luas.

“Karena itu, Pemkab Berau mendorong terbangunnya sebuah ekosistem hilirisasi yang terintegrasi secara menyeluruh,” bebernya.

“Integrasi ini dimulai dari penyediaan bahan baku berkualitas, penerapan teknologi, pemenuhan standardisasi mutu, kesiapan sumber daya manusia (SDM), strategi branding, hingga jangkauan pemasaran,” sambungnya.

Ditambahkannya, solusi ini diwujudkan lewat pembangunan industri pengalengan perikanan premium berbasis kolaborasi pentahelix. Melalui skema ini, unsur pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat, dunia usaha, mitra kerja non-pemerintah, hingga media diarahkan untuk bersinergi erat dalam satu ekosistem perubahan yang berkelanjutan. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT