Irigasi Belum Rampung, Dua Bulan Kering Dihantam Kemarau: Semurut Butuh Perhatian

KLIK BORNEO – BERAU. Pembangunan proyek jaringan irigasi di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar, belum juga rampung hingga saat ini. Padahal, jaringan irigasi itu sangat dibutuhkan di kampung yang menyandang status sebagai salah satu sentra pertanian Berau.

Kepala Kampung Semurut, Zainudin Maru menjelaskan bahwa jaringan irigasi yang ada saat belum bisa mengairi total luasan lahan yang ada. Apalagi terdapat program perluasan lahan sawah baru di kampung tersebut yang saat ini sedang dikerjakan.

“Untuk jaringan irigasinya, separuh saja dari sawah yang ada, yang sudah dikerjakan. Separuhnya belum semenisasi irigasinya,” ungkapnya kepada Klikborneo.com, Rabu (30/9/2026).

Saat ini, lanjutnya, Semurut memiliki total luasan lahan sawah yang sudah ada sejumlah 140 hektare. Sementara luasan sawah baru yang sedang dikerjakan mencapai 137,8 hektare.

“Sehingga Semurut membutuhkan jaringan irigasi. Karena yang ada belum menjangkau sawah yang ada termasuk yang pembukaan sawah baru 137,8 hektare itu,” jelasnya.

“Tapi sebenarnya yang butuh juga Buyung-Buyung. Karena irigasi yang mengairi sawah di Semurut dan Buyung-Buyung itu bendungannya di Semurut,” sambungnya.

Diakuinya, selama puncak kemarau sekitar dua bulan pada tahun ini, aliran air di irigasi yang ada mengering total. Akibatnya, pada musim panen kali ini, Semurut mengalami gagal panen.

Sebagai penanganan darurat, Pemerintah melalui Dinas Pangan telah menyalurkan bantuan beras kepada petani terdampak. Namun, bantuan itu tentu hanya bersifat sementara.

Khusus bendungan sendiri, Zainudin menjelaskan bahwa pada tahun 2025 telah dilakukan perbaikan, perluasan, dan peninggian. Meskipun ikut terdampak kemarau, kondisinya masih cukup membantu pasokan air di dua kampung itu.

“Kalau tidak dikerjakan tahun kemarin kemungkinan kemarau panjang ini air PDAM-nya tidak ngalir,” bebernya.

Zainudin berharap masalah itu bisa ditangani segera. Mengingat kondisi kemarau serta infrastruktur pertanian yang ada belum sepenuhnya membantu kebutuhan petani di lapangan.

“Termasuk yang kita butuhkan itu jalan usaha tani, karena masih kurang,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT