KLIK BORNEO – BERAU. Masalah blank spot atau wilayah tanpa sinyal di Pulau Maratua belum juga diselesaikan hingga saat ini. Hambatan geografis dinilai menjadi tantangan terberat dalam menuntaskan masalah tersebut.
Untuk mengatasinya, solusi lain pun coba diupayakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Solusi itu yakni memanfaatkan tower Polda Kaltim di Kampung Teluk Harapan dan menggandeng provider baru, khususnya XL.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Diskominfo Berau, Rahmatia mengungkapkan bahwa selama ini berbagai upaya untuk mengikis blank spot di destinasi wisata itu terus dilakukan. Namun, hasilnya, belum optimal.
“Pemerintah daerah sudah berusaha membangun Wi-Fi gratis, tetapi kapasitasnya masih sangat terbatas. Jika ingin membangun Fiber Optik (FO), jalurnya harus lewat laut,” ungkapnya.
“Sementara jika membangun jaringan nirkabel via darat, sinyal harus ditembak terlebih dahulu dari Tanjung Batu menuju Pulau Derawan, baru bisa diteruskan ke Maratua,” sambungnya.
Kecamatan Maratua sendiri, lanjutnya, baru memiliki 30 titik Wi-Fi gratis. Sebanyak 10 titik dibangun secara mandiri oleh Diskominfo menggunakan sistem pemancar radio dari menara (tower) di Tanjung Batu yang ditembakkan ke Pulau Derawan dan diteruskan ke Maratua.
“Akibatnya, kapasitas bandwidth yang diterima masyarakat menjadi sangat terbatas,” terangnya.
Selain itu, 10 titik Wi-Fi gratis dialokasikan di kantor kepala kampung dan sejumlah sekolah. Sementara 10 titik sisanya memanfaatkan teknologi satelit Starlink yang mulai masuk pada tahun 2025. Namun, kuota itu harus dibagi ke kampung-kampung lain di Berau dari total akumulasi 500 titik se-kabupaten.
Guna mempercepat penanganan jaringan ini, Diskominfo Berau melirik potensi pemanfaatan Tower milik Polda Kaltim yang berada di Kampung Teluk Harapan. Selama ini, menara tersebut hanya digunakan secara internal untuk komunikasi radio kepolisian.
“Bulan lalu kami sudah berkomunikasi dengan pihak Polda untuk menjajaki peluang pinjam pakai menara tersebut agar bisa dipasang perangkat provider. Jika diizinkan, ini akan menjadi solusi yang jauh lebih cepat,” jelasnya.
Diskominfo Berau juga telah menjalin komunikasi awal dengan PT XL Axiata. Pemilihan XL didasari oleh kualitas jaringan mereka yang dinilai sangat bagus dan cepat di wilayah tetangga, yakni Pulau Derawan.
Kehadiran XL diharapkan mampu memecah keterbatasan jaringan Telkomsel yang selama ini mendominasi walaupun kapasitasnya sangat terbatas di Maratua.
Pihak XL sendiri pun diklaim sudah menyambut baik rencana tersebut dan siap melakukan survei lapangan.
Namun, berdasarkan hasil koordinasi dengan manajemen XL di Jakarta bulan lalu, realisasi ini memerlukan rekomendasi resmi dari Kementerian Kominfo RI.
“Banyak pertimbangan teknis dan regulasi dari kementerian yang harus dipenuhi. Karena itu, kami memohon bantuan dari DPRD Berau untuk ikut memfasilitasi pertemuan bersama dengan Kementerian Kominfo, Polda, dan pihak provider,” tambah Rahmatia.
Sebagai langkah jangka panjang, tambah Rahmatia, Diskominfo Berau juga telah menyusun dan mengirimkan proposal resmi ke pemerintah pusat agar proyek interkoneksi di pulau terluar ini bisa mendapatkan dukungan anggaran dari APBN. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi