Dipicu Sektor Pangan, Inflasi Tahunan Kabupaten Berau Melesat ke Angka 3,99 Persen

KLIK BORNEO – BERAU. Laju inflasi tahunan (year-on-year) di Kabupaten Berau mencatat akselerasi signifikan pada September 2026, menyentuh angka 3,99 persen.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau, angka tersebut menunjukkan tren kenaikan dibanding bulan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 3,31 persen.

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin menjelaskan bahwa lonjakan ini tecermin dari pergerakan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang merangkak naik dari 108,65 pada September 2025 menjadi 112,98 pada September 2026.

“Pada September 2026, Kabupaten Berau mengalami inflasi tahunan sebesar 3,99 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Disampaikannya, tekanan inflasi utama didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang melonjak tinggi hingga 8,13 persen.

Sektor lain yang ikut mengerek angka inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,94 persen, serta sektor transportasi yang naik sebesar 6,01 persen.

Dinamika harga pada kelompok-kelompok pengeluaran ini, lanjutnya, memegang peranan penting dalam memetakan stabilitas ekonomi daerah.

“Kenaikan harga ini terpantau tidak terjadi secara merata di semua sektor,” jelasnya.

Selain tiga kelompok utama di atas, inflasi juga merembet ke sektor penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,15 persen, kesehatan 1,60 persen, pendidikan 0,83 persen, serta perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,39 persen.

Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,03 persen.

Kendati demikian, BPS mencatat adanya beberapa kelompok pengeluaran yang justru mengalami penurunan indeks (deflasi).

Sektor itu antara lain, sektor pakaian dan alas kaki yang turun 0,93 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,54 persen; serta sektor rekreasi, olahraga, dan budaya yang turun 0,33 persen.

Perbedaan arah pergerakan indeks ini memperlihatkan bahwa setiap kelompok komoditas memiliki pola perubahan harga yang unik. Oleh karena itu, data inflasi ini perlu dianalisis secara makro dan menyeluruh.

Secara bulanan (month-on-month), Kabupaten Berau membukukan inflasi sebesar 0,61 persen sepanjang September 2026.

“Sementara itu, angka inflasi tahun kalender (year-to-date) saat ini telah menyentuh 2,44 persen,” bebernya.

Kenaikan inflasi tahunan yang cukup tajam dibanding bulan sebelumnya ini menjadi indikator penting yang harus diantisipasi, khususnya pada kelompok komoditas pangan yang perkembangannya sangat fluktuatif. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT