Empat Hari Digelar: Pengunjung Berau Expo Capai 97 Ribu Lebih, Catat Transaksi Rp649 Juta

KLIK BORNEO – BERAU. Antusiasme masyarakat terhadap gelaran Berau Expo 2026 terbukti sangat tinggi. Dalam empat hari pertama pelaksanaannya, sejak 16 hingga 19 Oktober 2026, pameran tahunan ini sukses menyedot perhatian 97.436 pengunjung.

Tingginya arus kunjungan ini berbanding lurus dengan perputaran uang di lapangan, di mana transaksi pelaku UMKM lokal dan pedagang kaki lima (PKL) langsung menembus Rp649,15 juta hanya dalam waktu tiga hari.

Ketua Panitia Berau Expo yang juga Asisten III Sekretariat Kabupaten (Setkab) Berau, Maulidiyah mengungkapkan bahwa capaian awal ini menjadi gambaran nyata gairah aktivitas ekonomi masyarakat Berau selama expo berlangsung.

Namun, ia menekankan bahwa target panitia tidak berhenti pada angka penjualan di tempat saja.

“Melalui kegiatan expo ini, kami sangat berharap terjadi peningkatan perputaran ekonomi dan pemberdayaan UMKM. Pelaku UMKM lokal mendapatkan panggung untuk mengenalkan produk unggulan mereka langsung kepada konsumen,” ungkapnya.

Disampaikannya, lebih dari sekadar pasar malam musiman, Berau Expo dirancang sebagai jembatan bagi para pelaku usaha kecil untuk memperluas jaringan bisnis.

Karena itu, panitia berharap keikutsertaan para pengusaha lokal ini dapat membuka peluang kemitraan strategis dengan distributor maupun investor.

Hubungan bisnis jangka panjang inilah yang dinilai penting agar usaha lokal bisa terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas setelah pameran berakhir.

Lebih lanjut, diakuinya bahwa da yang berbeda dalam penyelenggaraan tahun ini.

Panitia secara aktif mendorong penerapan sistem pembayaran nontunai (cashless) di setiap stan pedagang.

Langkah ini diambil sebagai upaya nyata mengenalkan digitalisasi keuangan kepada pelaku usaha mikro.

Dengan beradaptasi pada sistem pembayaran digital, para pedagang kecil diharapkan siap menghadapi perkembangan pola transaksi masyarakat modern.

Selain menjadi motor penggerak ekonomi, Berau Expo 2026 juga menjelma sebagai wadah pelestarian seni dan tradisi lokal.

Kemeriahan acara turut diwarnai oleh Festival Tari Berau dan lomba lagu daerah, yang sengaja dihadirkan untuk mengenalkan kekayaan budaya kepada generasi muda.

Tidak hanya budaya asli daerah, berbagai paguyuban masyarakat yang ada di Berau juga diberikan ruang untuk menampilkan kesenian khas masing-masing.

Maulidiyah menyebut keterlibatan ini sebagai wujud nyata kolaborasi antarkelompok masyarakat dalam menjaga keberagaman.

“Paguyuban-paguyuban lain turut diberikan kesempatan untuk menampilkan keseniannya masing-masing sebagai bentuk kolaborasi dan komitmen bersama membangun Berau tercinta,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas seni, Berau Expo diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi ekonomi dan identitas budaya daerah. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT