BERAU – KLIK BORNEO. Kerusakan lingkungan saat ini terus mengalami peningkatan. Berbagai faktor seperti pertumbuhan penduduk yang membuka kawasan hijau,hingga eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA). Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, bahwa Pemkab selalu berupaya agar tetap ada keseimbangan pada ekosistem terutama kawasan hutan. Salah satunya dengan penanaman pohon.
“Tidak semata-mata saat acara tertentu misalnya seremonial peringatan hari lingkungan hidup, tetapi dibanyak kesempatan,” ujarnya. Terutama dengan melibatkan banyak pihak, serta mengaitkan berbagai aspek kegiatan pada program penanaman pohon.
“Terpenting juga melibatkan anak-anak didik kita yang masih sekolah,” sambungnya. Selain sosialisasi tentang pentingnya menjaga hutan, pentingnya menanam pohon, juga dilibatkan langsung dalam penanaman pohon.
Terutama pada kawasan kritis. Bupati meminta agar lebih banyak melibatkan anak-anak sekolah dalam kegiatan seperti penanaman pohon. Pemkab menurutnya akan selalu mensupport pada kegiatan serupa. Tentunya juga harus dengan komitmen bersama.
“Selain menanam juga perlu merawat dan menjaga,” ujarnya lagi. Sesuai data yang dirilis BP-DAS Kaltim per Desember 2022 silam, luas lahan kritis di Kabupaten Berau masih mencapai 51.0002,09 Ha. Jumlah luas lahan kritis ini pun diyakini akan terus meningkat setiap tahun.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau, Mustakim Suharjana menjelaskan untuk mengurangi lahan kritis ini, salah satu langkah yang telah ditempuh pihaknya yakni dengan menanam pohon di beberapa kampung pada tahun 2023 lalu.
“Seperti di Melati Jaya seluas 40 Ha dengan jumlah bibit tanaman buah 8.250 pohon dan di Kampung Labanan Jaya seluas 30 Ha berjumlah 3.000 pohon, dengan sumber pendanaan dari Dana Bagi Hasil – Dana Reboisasi Tahun Anggaran 2023,” ungkapnya.
Kendati lahan kritis dapat dikurangi melalui gerakan menanam pohon, lanjut Mustakim, restorasi lahan tidak hanya tentang menanam pohon. Restorasi lahan juga berkaitan dengan mengelola tanah dengan bijak, menjaga sumber air, dan memelihara keanekaragaman hayati.
“Terkait project restorasi lahan ke depan, kami sampaikan bahwa saat ini Dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut Tahun 2023-2052 untuk Kabupaten Berau masih dalam tahapan menunggu review dari ahli pakar yang ditunjuk oleh KLHK,” terangnya.
Disampaikannya, setelah dokumen tersebut disahkan melalui Perbup, selanjutnya akan dibentuk Desa Mandiri Peduli Gambut di areal gambut yang dimiliki Kabupaten Berau seluas 8.434 Ha yang berada di 6 Kesatuan Hidrologis Gambut dan terletak di 2 kecamatan yaitu Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Biduk-Biduk.
“Juga akan dilakukan penanaman mangrove dengan kolaborasi bersama mitra pembangunan yang bergerak di sektor pelestarian mangrove seperti yang baru saja dilakukan oleh DLHK Kabupaten Berau berkolaborasi dengan FORMANTAP (Forum Perlindungan Mangrove Tanjung Perepat),” imbuhnya.
“Di Tanjung Perepat kita bersama – sama menanam bibit mangrove di lahan seluas 1 Ha dengan jumlah bibit 1000 pohon. Hal ini akan terus dilakukan dengan menggandeng mitra-mitra yang lain yang memiliki tujuan yang sama,” sambungnya.
Ditambahkannya, DLHK Berau telah dan akan terus menginisiasi berbagai program restorasi lahan, seperti rehabilitasi hutan dan lahan kritis, kampanye penghijauan, penerapan Eco Office serta edukasi dan pelatihan bagi masyarakat tentang praktik pertanian berkelanjutan.
“Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat sipil, untuk memastikan keberhasilan program-program ini,” bebernya.
Meskipun masih banyak luasan lahan kritis, Mustakim mengakui bahwa sesuai hasil perhitungan KLHK melalui Aplikasi IKLH, Angka Indeks Kualitas Lahan Kabupaten Berau Tahun 2023 masih mencapai 93,76 dengan predikat sangat baik.
“Angka ini membuat Kabupaten Berau meraih peringkat 2 dari 10 kabupaten/ Kota se-Kalimantan Timur dan peringkat 16 dari 514 kabupaten/ kota se-Indonesia. Artinya Kabupaten Berau masih memiliki tutupan lahan yang sangat bagus,” paparnya.
Sebelumnya, upaya menyelamatkan sebagian hutan yang hilang di Kabupaten Berau menjadi salah satu pesan penting yang juga disampaikan Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan di Lapangan Bola Kampung Labanan Jaya, Kamis (25/7/2024) lalu.
Menurut Bupati Sri, Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dilaksanakan tahun ini bukan hanya sekadar acara seremonial belakang. Hari Lingkungan Hidup juga menjadi pengingat akan pentingnya kehadiran hutan yang harus dikelola dengan baik agar tidak berdampak buruk bagi manusia.
“Saat ini hutan kita sebagian ada yang sudah hilang. Tetapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaikinya. Dan kemarin juga kami dengan pihak kehutanan provinsi sudah membicarakan terkait upaya mencegah kerusakan hutan ini,” ujarnya.
Diakuinya, kerusakan hutan yang terjadi di Berau tentu dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Upaya mengatasi kerusakan hutan di daerah pun kian menjadi sulit mengingat daerah sendiri juga memiliki kewenangan terbatas dalam mengawasi wilayah kehutanan.
“Kami memahami bahwa kewenangan itu bukan lagi berada di kabupaten ataupun provinsi. Itu kini sudah terletak pada pemerintah pusat. Tetapi sebagai pemerintah daerah dan provinsi kita tetap mencari upaya untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.
Salah satu upaya untuk mengembalikan sebagian hutan yang telah hilang itu yakni melalui gerakan menanam pohon. Kegiatan ini ke depan tidak hanya menjadi tanggung jawab DLHK Berau tetapi juga menjadi agenda Dinas Pendidikan Berau.
“Kami sudah melakukan komunikasi bahwa anak-anak sekolah baik SD, SMP, maupun SMA akan terlibat untuk tanam pohon. Karena itu, dinas terkait perlu membuat anggaran pengadaan pohon agar bisa direalisasikan pada tahun depan,” terangnya.
Menurutnya, keterlibatan para peserta didik dalam gerakan ini juga dilakukan dalam rangka edukasi. Berikutnya, mengingatkan para peserta agar mulai menumbuhkan kesadaran terkait pentingnya menjaga hutan agar tidak berdampak buruk ke depannya.
“Hutan ini kami tinggalkan untuk kalian (peserta didik, Red) di kemudian hari. Sehingga mari kita sama-sama jaga dan rawat,” pungkasnya. (adv/Elton)