KLIK BORNEO – BERAU. Persoalan alih fungsi lahan masih marak terjadi di Kabupaten Berau. Sektor pertanian yang digadang-gadang menjadi salah satu sumber ketahanan pangan IKN di masa depan, akan tinggal impian jika alih fungsi lahan tidak dicegah sedini mungkin. Beberapa strategi dilakukan Pemkab Berau agar trend negatif ini bisa ditekan.
Pasalnya, sesuai data yang diperoleh klikborneo.com dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, total alih fungsi lahan, baik lahan basah maupun kering di Kabupaten Berau sepanjang tahun 2017-2023 mencapai 71,11 persen.
Persentase itu menunjukkan total luasan lahan yang telah dialihfungsikan selama lima tahun terakhir seluas 5.065 Ha. Akibat alih fungsi lahan itu, sektor pertanian diperkirakan telah mengalami kehilangan produksi padi sebanyak 8.242,5 ton.
Kepala DTPHP Berau, Junaidi melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan dan Masyarakat Verteriner, Untung Pamilih menjelaskan untuk mencegah alih fungsi lahan tersebut, Pemkab Berau telah membuat Perbup Nomor 02 Tahun 2023 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Sesuai Perbup itu, luas lahan pertanian pangan berkelanjutan yang eksisting ada 2.311,1 Ha dan lahan cadangan 8.609,61 Ha,” ungkap Untung kepada wartawan klikborneo.com Rabu (4/9/2024).
Merujuk pada data yang ada, lanjut Untung, lahan eksisting seluas 2.311,1 Ha terdapat di 8 kecamatan, yakni Biatan 178,31 Ha, Gunung Tabur 663,99 Ha, Kelay 114,09 Ha, Sambaliung 483,31 Ha, Segah 104,47 Ha, Tabalar 438,82 Ha, Talisayan 58,75 Ha, dan Teluk Bayur 269,34 Ha.
Sedangkan lahan cadangan seluas 8.609,61 Ha, tambahnya, terdapat di 9 kecamatan, yakni Batu Putih 96,27 Ha, Biatan 519,07 Ha, Gunung Tabur 174,69 Ha, Kelay 234,94 Ha, Sambaliung 933,98 Ha, Segah 2.711,69 Ha, Tabalar 174,69 Ha, Talisayan 3.725,49 Ha, dan Teluk Bayur 38,72 Ha.
“Lahan cadangan itu untuk tanaman pangan yang direkomendasikan seperti padi sawah tadah hujan, padi ladang atau gogo, jagung, kedelai, dan ubi kayu,” bebernya.
Untuk mengatasi alih fungsi lahan itu, pihaknya telah mencanangkan beberapa solusi, selain regulasi LP2B yang telah dirumuskan dalam Perbup. Beberapa solusi itu, diakuinya, belum semuanya dijalankan. Berikutnya, ada juga yang sudah terlaksana meskipun belum optimal dan maksimal.
Adapun beberapa solusi itu yakni memberikan insentif bagi petani yang berada dalam kawasan LP2B, menjatuhkan punishment bagi yang melakukan alih fungsi lahan, dan menghadirkan saprodi dengan harga terjangkau.
“Lalu perlu dipikirkan juga subsidi harga beras, pemberian bantuan alsintan, mencetak kader petani milenial, pendidikan dan pelatihan untuk petani, kepastian pasar, dan membangun infrastruktur yang memadai,” paparnya.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas meminta para petani agar tidak lagi melakukan alih fungsi lahan. Mengingat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau saat ini sedang memperkuat ketahanan pangan Berau yang bakal menjadi salah satu kota penyanggah IKN.
Menurut Bupati Sri, ketertarikan masyarakat untuk menekuni sektor perkebunan menjadi salah satu pemicu terjadinya alih fungsi lahan tersebut. Namun, saat ini akan lebih baik apabila lahan pertanian yang ada, tidak lagi dialihfungsikan.
“Sering kita ngobrol-ngobrol dengan para petani juga dengan kepala-kepala dinas, kalau bisa kebun sawah ya sawah saja karena kita juga harapkan kontribusi dari para petani untuk pertahanan pangan,” ujarnya.
Untuk menunjang dan mendukung pertanian, berikutnya mencegah alih fungsi lahan, ditegaskannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau selalu berusaha memenuhi semua sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para petani.
“Setiap tahun kita terus salurkan bantuan peralatan pertanian, pupuk, bibit, dan sebagainya dengan harapan agar produktivitas sektor pertanian ini bertumbuh,” tegasnya.
Ke depan, tambahnya, pembangunan IKN membutuhkan ketahanan pangan yang mencukupi. Tak hanya sektor perikanan, sektor pertanian Berau juga menjadi salah satu pemasok pangan terbesar untuk IKN.
“Jadi jangan lagi ya alih fungsi lahan. Petani sawit cukup sawit saja. Yang petani jagung, jagung saja. Jangan lagi yang lain, ya” tandasnya. (adv/Elton)