KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Kabupaten Berau, Agus Uriansyah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera memanggil manajemen PT Anugerah Energi Utama.
Pemanggilan itu bertujuan untuk meminta perusahaan segera menghibahkan lahannya seluas 2 hektare (Ha) guna pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) di RT 17 Kelurahan Gunung Tabur, Kecamatan Gunung Tabur.
Desakan Agus itu disampaikan menyusul keprihatinannya atas nasib 52 anak didik di wilayah tersebut yang terpaksa menumpang belajar di rumah warga akibat ketiadaan gedung sekolah, lantaran terkendala legalitas lahan.
“Hari ini di daerah kita, anak-anak bersekolah itu cuma numpang di rumah orang. Sedih!,” ungkapnya, Senin (18/5/2026).
Agus menegaskan, ego birokrasi antarinstansi tidak boleh mengorbankan masa depan anak-anak Berau. Karena itu, satu-satunya solusi logis yang perlu dilakukan saat ini adalah meminta komitmen perusahaan pemegang hak konsesi di wilayah itu.
“Bupati dan camat kita minta segera panggil manajemen untuk atasi masalah itu, agar sekolah buat anak-anak kita segera dibangun,” jelasnya.
Selain masalah infrastruktur, Agus juga menyoroti rendahnya kesejahteraan tenaga pendidik yang selama ini mengajar anak-anak di wilayah itu. Baginya, nasib para pengajar sangat miris karena setiap bulan mereka hanya digaji Rp450.000.
“Mengajar 6 tahun dengan 52 anak didik, digaji Rp450.000 per bulan. Bayangkan, apa tidak miris kita mendengar itu?” paparnya.
Tak hanya mendesak pemerintah daerah, Agus juga meminta jajaran legislatif untuk mengawal persoalan ini. Agar tidak hanya selesai dibahas di meja birokrasi.
“Kami siap kawal dan akan upayakan anak-anak dapat segera punya gedung sekolah yang layak,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi