Kurang Sosialisasi, Lepasnya 60 Ribu Ha Lahan Berau-Bulungan Picu Konflik Perbatasan

KLIK BORNEO – BERAU. Pergeseran tapal batas antara Kabupaten Berau (Kalimantan Timur) dan Kabupaten Bulungan (Kalimantan Utara) yang mengakibatkan hilangnya 60.000 hektare (Ha) wilayah Berau, kini menyisakan bom waktu di perbatasan.

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Berau, Sulaiman mengaku kehilangan 60 ribu Ha wilayah Berau itu merupakan persoalan lama dan telah melewati dinamika dan pembahasan yang sangat panjang karena sudah menyangkut batas antara dua provinsi.

Dalam proses penentuan pertimbangan teknisnya, kementerian terkait bahkan harus ikut ambil bagian dalam melakukan kajian mendalam karena adanya tumpang tindih kawasan pertambangan di daerah yang ditarik garis tersebut.

“Kawasan yang hilang itu juga tidak bisa dimasuki dengan mudah. Makanya, penyelesaian batas terpaksa menggunakan metode kompromi (plus-minus) demi tercapainya kata sepakat antar-daerah,” ungkapnya.

Namun, kesepakatan di tingkat atas tersebut menjadi sia-sia jika tidak diteruskan secara masif kepada masyarakat bawah. Karena itu, masalah utama saat ini bukan sekadar hilangnya luasan lahan melainkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat.

Pasalnya, dampak dari mandeknya edukasi dan sosialisasi ini sangat nyata di lapangan. Tanpa kepastian informasi mengenai batas administrasi, warga di area perbatasan kerap terjebak sengketa, terutama saat membuka lahan perkebunan maupun saat membangun fasilitas tertentu.

“Sosialisasi ini harusnya berjalan terus karena wilayah batas kita ini sangat luas dan panjang sekali,” jelasnya.

Demi mencegah konflik tak terjadi lagi, Dinas Pertanahan Kabupaten Berau berharap adanya aksi nyata dan kolaboratif dari kedua pemerintah daerah. Kabupaten Berau dan Kabupaten Bulungan diminta untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan aktif turun bersama ke lapangan.

“Kedua kabupaten juga diharapkan ikut mengawasi, melakukan inventarisasi, dan menggencarkan sosialisasi secara berkala kepada masyarakat setempat,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT