KLIK BORNEO – BERAU. Kehadiran sejumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Berau diketahui masih sepi pengunjung hingga saat ini. Bahkan ada RTH yang terlihat kumuh tanpa perawatan.
Kondisi tersebut, menurut Anggota DPRD Berau, Sakirman menunjukkan pengelolaan RTH tidak direncanakan secara matang. Berikutnya tidak memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Sayang sekali kalau sudah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, tapi tidak dirawat dan tidak dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.
Disampaikannya, kehadiran RTH seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat untuk berkumpul, berolahraga, berkegiatan seni hingga menggerakkan sektor ekonomi kecil.
Namun, kenyataan di lapangan tidak menunjukkan fungsi RTH yang sesungguhnya. Karena itu, tanpa konsep pengelolaan yang jelas, RTH hanya akan menjadi pelengkap tata kota tanpa fungsi sosial yang kuat.
“Kalau dikelola bersama masyarakat, RTH bisa menjadi ruang ekonomi kreatif, tempat tumbuhnya komunitas, sekaligus sarana rekreasi keluarga,” jelasnya.
Untuk mengatasi agar RTH tidak menjadi bangunan tanpa fungsi, Sakirman mendorong Pemkab Berau untuk kembali melakukan pembenahan. Berikutnya, merancang konsep pengelolaan berkelanjutan yang jelas dan terukur.
“RTH itu investasi jangka panjang. Harus hidup, dimanfaatkan, dan berdampak. Kalau hanya dibangun tanpa konsep keberlanjutan, itu sama saja pemborosan anggaran,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi