KLIK BORNEO – BERAU. Fluktuasi atau kenaikan harga ikan di pasaran kembali dikeluhkan masyarakat Berau, terutama yang berada di wilayah perkotaan. Meskipun kenaikan itu dinilai wajar, standarisasi harga dan pengawasan di lapangan harus diperketat.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan fluktuasi harga ikan tersebut tentu dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya yakni penambahan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk distribusi dari desa ke kota atau sebaliknya.
“Kalau harus bergeser ke kota, pasti ada penambahan biaya BBM. Tidak mungkin dari kampung ke desa atau ke kota tidak ada peningkatan harga, karena pedagang juga butuh margin keuntungan,” ungkapnya.
Meskipun dipicu oleh penambahan harga BBM, Bupati Sri berkomitmen akan memperhatikan eskalasi kenaikan itu. Tujuannya agar harga yang ada tetap berada dalam batas wajar dan tidak memberatkan konsumen.
“Harga mungkin kita upayakan untuk standar seperti yang ada sekarang ini,” jelasnya.
Untuk memastikan tidak ada lonjakan harga yang sepihak dan memberatkan konsumen, Bupati Sri telah menginstruksikan Dinas Perikanan (Diskan) untuk melakukan pengawasan. Terutama untuk mengatur margin keuntungan dan rantai distribusi.
“Hal itu (margin keuntungan) akan diatur oleh Dinas Perikanan,” tegasnya.
Selain soal harga, tambah Bupati Sri, pemerintah daerah juga akan memberikan perhatian serius pada kualitas ikan yang sampai ke tangan konsumen. Agar tetap sehat dan layak untuk dikonsumsi.
“Kita akan mengikuti aturan yang berlaku untuk memastikan kualitas ikan tetap maksimal,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi