Dampak Buruk Operasional PT BBA Kembali Dikeluhkan, PT BJP Diklaim Ikut Terlibat

KLIK BORNEO – BERAU. Dampak operasional tambang PT Berau Bara Abadi (BBA) yang mengganggu kehidupam masyarakat Bukit Makmur, Gunung Sari, hingga Harapan Jaya di Kecamatan Segah sejak tahun 2025 lalu, masih dikeluhkan hingga saat ini.

Keluhan yang sama dan masih disoroti warga sebagai dampak dari aktivitas perusahaan itu yakni tergenangnya lahan sawit oleh limbah tambang dan banjir yang memasuki lahan warga dan permukiman akibat proyek perubahan alur Sungai Siagung.

Namun, kali ini tak hanya PT BBA yang terlibat. PT Berau Jaya Perkasa (BJP) juga diguga ikut bertanggung jawab dalam masalah ini. Sebab, aktivitas PT BJP juga diklaim menyebabkan banjir di wilayah itu.

Darwin, warga Bukit Makmur yang lahannya di Gunung Sari, ikut terdampak operasional PT BBA sejak tahun lalu itu mengaku urusan lahannya yang tergenang limbah perusahaan belum juga selesai. Masalah yang sama juga dialami oleh banyak warga dari Kampung Harapan Jaya.

“Di sini sudah banyak warga Harapan Jaya yang mengeluh. Khususnya orang yang berkebun di pasir putih,” ungkapnya, Rabu (29/4/2026).

Meskipun perusahaan mengklaim bahwa lahan yang tergenang itu adalah lahan milik perusahaan dan dampaknya sudah diatasi, Darwin mengklaim hal itu tidak benar. Bahkan proyek sungai buatan BBA dinilai gagal hingga menyebabkan aliran air masuk ke dalam lahan warga.

“Sebagian petani yang tergenang juga sawit nya. Karena sungai buatan PT BBA dangkal, jadi air sungai nggak lancar,” jelasnya.

Atas masalah itu, Darwin bersama warga terdampak meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk turun langsung ke lapangan. Berikutnya, menyelesaikan masalah itu agar tidak lagi menyusahkan masyarakat.

Humas PT Berau Bara Abadi (BBA), Syarial mengaku semua masalah tersebut sudah diselesaikan perusahaan. Bahkan perusahaan telah melakukan ganti rugi tanam tumbuh kepada warga terdampak aktivitas perubahan alur Sungai Siagung.

Lebih lanjut, demi memastikan penanganan masalah itu berjalan baik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau disebut telah turun ke lapangan.

Terkait banjir yang terjadi, Syarial membantah bahwa itu terjadi karena aktivitas PT BBA. Sebaliknya menurut Syarial banjir yang timbul saat ini terjadi karena aktivitas pembangunan jembatan PT Berau Jaya Perkasa (BJP), yang menyebabkan penyempitan sungai hingga memicu banjir.

“Kami sudah bersurat ke BJP dan meminta supaya jembatan itu ditinjau ulang bahkan dibongkar,” tandasnya. (*/)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT