Dinas Pangan Kucurkan Rp200 Juta, Bangun Rumah Gilingan Padi Permanen di Semurut

KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Pangan berencana akan membangun rumah gilingan padi permanen di Kampung Semurut, Kecamatan Tabalar. Adapun anggaran yang siap dikucurkan dari APBD 2026 untuk pembangun itu mencapai Rp200 juta.

Langkah tersebut tak hanya bertujuan untuk melindungi hasil panen dari cuaca buruk, tetapi juga untuk memastikan kualitas padi dan ketahanan pangan di wilayah itu tetap terjaga. Saat ini, proyek tersebut sedang dalam tahap survei lokasi dan pelengkapan administrasi hibah lahan.

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Pangan Berau, Basri menjelaskan bahwa Kampung Semurut dipilih karena memiliki kawasan percetakan sawah baru yang potensial. Selain itu, kelompok tani di wilayah tersebut dikenal sangat aktif mengembangkan sektor pertanian.

“Jadi, kami ingin memfasilitasi pembangunan rumah gilingan padi secara utuh agar kualitas beras yang dihasilkan masyarakat jauh lebih baik,” ungkapnya.

Menurutnya, infrastruktur pascapanen yang layak sangat memengaruhi mutu beras. Apalagi selama ini, rumah penggilingan di Kampung Semurut masih terbuat dari kayu dan sudah lapuk di berbagai sisi.

Kondisi bangunan yang bocor saat musim hujan tentu berisiko membuat gabah basah sebelum digiling. Hal ini menurunkan kualitas beras dan berdampak langsung pada merosotnya harga jual di pasaran.

Karena itu, bangunan baru yang permanen akan segera didirikan, sementara dua unit mesin giling yang masih dalam kondisi prima nantinya dipindahkan ke fasilitas baru tersebut.

“Penggilingannya sudah ada dua unit dan masih bagus saat kami survei. Yang kami fasilitasi adalah pembangunan rumahnya karena bangunan lama sudah rusak,” jelasnya.

Meski demikian, realisasi fisik proyek di atas lahan berukuran 20×45 meter ini masih menunggu tuntasnya proses hibah dari kelompok tani dan status hukum lahan clean and clear.

“Kami meminta kelompok tani membuat akta hibah terlebih dahulu. Pemerintah akan kesulitan membangun jika status lahannya belum jelas,” terangnya.

Ditambahkannya, fasilitas itu selanjutnya akan dikelola penuh oleh kelompok tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) setempat. Jika kapasitas rumah gilingan perdana ini sukses maka akan dilanjutkan pembangunan di tempat lain.

“Harapan kami bantuan ini dimanfaatkan optimal. Ini langkah nyata mendukung ketahanan pangan Kabupaten Berau sekaligus mendongkrak kesejahteraan petani,” pungkasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT