DPMPTSP Siap Lobi Pusat Amankan Investasi Wisata Internasional

KLIK BORNEO – BERAU. Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk menggenjot investasi di sektor pariwisata, khususnya pariwisata bahari, masih terbentur masalah kewenangan, hingga saat ini. Izin perairan yang kompleks menyebabkan penanaman modal di sektor ini masih tak menentu.

Menghadapi kendala itu, Pemkab Berau melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan melakukan lobi dan koordinasi dengan pemerintah provinsi serta pusat, guna menyelamatkan potensi investasi wisata bahari kelas dunia di Bumi Batiwakkal.

Langkah strategis itu juga diambil seiring dengan melonjaknya target investasi Berau secara signifikan dari Rp4,5 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp8 triliun pada tahun ini. Target tinggi itu dipatok setelah Berau mencatatkan performa impresif dengan kenaikan realisasi investasi mencapai 197 persen hingga tahun lalu.

Kepala DPMPTSP Berau, Nanang Bakran menjelaskan pertumbuhan investasi di Berau sebenarnya sangat variatif dan merata di semua sektor. Namun, pariwisata bahari menjadi sektor non-tambang yang paling menjanjikan.

Pasalnya, Berau memiliki daya tarik wisata berskala internasional. Namun, tak bisa dimungkiri bahwa niat para investor untuk menanamkan modal di wilayah pesisir dan laut Berau sering kali terhambat oleh tumpang tindih kewenangan aturan penataan ruang laut.

“Kendalanya sih masih soal batasan kewenangan terkait regulasi perairan, perizinannya pasti kendala. Tapi tetap kita koordinasikan dengan provinsi dan pusat,” ungkapnya.

Melalui koordinasi intensif itu, lanjut Nanang, Pemkab Berau berharap ada diskresi atau sinkronisasi aturan perizinan antara daerah dan pusat. Kepastian hukum di wilayah laut dinilai sangat krusial agar investor tidak ragu untuk berinvestasi.

Sembari menunggu titik temu regulasi perairan dari pusat, DPMPTSP Berau sudah menyiapkan “karpet merah” di tingkat daerah, melalui kehadiran Peraturan Daerah (Perda) tentang kemudahan investasi dan insentif. Agar iklim investasi di Berau tetap sehat, aman, dan kompetitif bagi para pelaku usaha.

Selain mengurai benang kusut perizinan, Nanang menegaskan pembenahan internal juga terus berjalan. Fokus daerah saat ini adalah memperbaiki tata kelola dan manajemen destinasi agar semakin profesional saat investasi besar mulai masuk.

“Sektor ini (pariwisata) menjanjikan sekali. Kita punya wilayah yang punya potensi wisata internasional. Tinggal promosinya lebih berani lagi,” pungkasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT