Menanti Kelayakan dari KKP, 4 Kampung Diusulkan Jadi Lokasi KNMP di 2027

KLIK BORNEO – BERAU. Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dalam memperkuat basis perekonomian masyarakat pesisir terus digencarkan secara berkelanjutan. Melalui kepemimpinan yang progresif, sektor perikanan kini menjadi salah satu fokus utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah sekaligus meningkatkan taraf hidup para nelayan di Bumi Batiwakkal.
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menghadirkan pemerataan pembangunan infrastruktur perikanan hingga ke pedalaman pesisir. Kehadiran program strategis nasional seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dipandang sebagai peluang emas untuk mentransformasi kawasan pesisir Berau menjadi pusat ekonomi yang modern dan berdaya saing tinggi.
“Kami ingin memastikan kawasan pesisir Berau tidak hanya kaya akan hasil laut, tetapi juga didukung oleh infrastruktur dan tata kelola perikanan yang modern demi menyejahterakan masyarakat nelayan,” ungkap Gamalis.
Melalui visi besar tersebut, Pemkab Berau terus mendorong jajarannya untuk memetakan wilayah-wilayah potensial agar dapat terakomodasi dalam program bantuan pemerintah pusat. Sinergi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, hingga pemerintah kampung menjadi kunci utama agar percepatan pembangunan ekonomi pesisir dapat terwujud secara nyata.
Untuk menyokong arah kebijakan tersebut, Pemkab Berau melalui Dinas Perikanan (Diskan) Berau resmi mengusulkan penambahan empat wilayah potensial untuk disulap menjadi kawasan KNMP pada 2027 mendatang. Empat kawasan strategis yang diusulkan meliputi Kampung Talisayan, Tabalar Muara, Payung-payung, dan Tanjung Prepat.
Kepala Diskan Berau, Abdul Majid, menjelaskan bahwa penyiapan usulan ini dilakukan demi mempercepat pengembangan kawasan nelayan di wilayah pesisir. Kendati demikian, persetujuan akhir dan kelayakan kampung-kampung tersebut sangat bergantung pada hasil verifikasi tim teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Persyaratan ketat ditetapkan oleh KKP, terutama terkait kepastian legalitas lahan yang harus berstatus clean and clear untuk mencegah potensi sengketa. Di samping itu, tim penilai juga memperhitungkan populasi nelayan lokal, aksesibilitas fasilitas pendaratan ikan, sistem manajemen hasil tangkapan, serta kesiapan jaringan pemasaran agar harga jual ikan di tingkat lokal tetap stabil.
Dalam peta usulan tahun 2027, Kampung Tanjung Prepat menjadi salah satu kandidat unggulan karena posisinya berdekatan dengan Kampung Biduk-biduk yang telah diajukan terlebih dahulu. Pengintegrasian kedua wilayah ini diproyeksikan mampu membentuk hub atau pusat pertumbuhan baru bagi aktivitas nelayan di kawasan sekitarnya.
Sementara itu, Diskan Berau juga terus mengawal pelaksanaan program KNMP yang tengah berjalan di Kampung Buyung-Buyung dan Kampung Balikukup. Dalam prosesnya, penyesuaian teknis di lapangan terus dilakukan, seperti kebutuhan pengurukan lahan untuk pembangunan pabrik es dan cold storage di Buyung-Buyung agar sarana vital tersebut dapat terbangun secara optimal.
Kedepan, program KNMP tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga bakal dikolaborasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Langkah terpadu ini diharapkan mampu membentuk ekosistem ekonomi pesisir yang mandiri, di mana Diskan Berau berperan sebagai fasilitator dan pemerintah kampung bertindak sebagai penyedia lahan, demi mewujudkan kesejahteraan nelayan Berau secara berkelanjutan.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT