KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau terus mempercepat langkah untuk menghapus ketimpangan akses energi di wilayah pedalaman. Pasalnya, hingga saat ini masih ada 15 kampung yang belum tersentuh aliran listrik.
Demi mengatasi hal itu, Pemkab Berau bergerak cepat melakukan lobi ke pemerintah pusat. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Berau, Muhammad Said memimpin langsung koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di Jakarta pada Senin (14/9/2026) lalu.
Pertemuan strategis itu fokus membahas verifikasi data dan pengajuan program listrik masuk desa. Berau menjadi salah satu wilayah di Kaltim yang mendapat sorotan karena distribusi energinya belum merata, sama seperti Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Paser.
“Agendanya adalah memverifikasi sekaligus mengusulkan program listrik masuk desa,” ungkap Said.
Diakuinya, menyalakan listrik di pedalaman Berau bukan perkara mudah. Sebab Berau memiliki bentang alam dan kondisi geografis yang menjadi tantangan paling berat bagi tim di lapangan.
“Kendala utamanya adalah jarak antarkampung yang sangat jauh,” jelasnya lebih lanjut.
Wilayah-wilayah seperti Kecamatan Kelay, Segah, hingga Biduk-Biduk menjadi contoh nyata bagaimana medan yang berat dan jarak yang membentang menuntut perencanaan infrastruktur yang ekstra matang. Peta pembangunan jaringan listrik pun harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Namun, sebagai langkah awal, pemerintah telah memetakan dukungan pembangunan jaringan listrik di 30 titik strategis sepanjang tahun ini. Langkah konkret ini diharapkan menjadi batu pijakan menuju target yang lebih besar.
Pemkab Berau optimis, lewat sinergi yang kuat dengan pemerintah pusat, seluruh kampung yang saat ini masih gelap bisa menikmati aliran listrik secara merata pada tahun 2027 mendatang.
“Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan urat nadi untuk mendongkrak pelayanan dasar, aktivitas sosial, dan roda ekonomi masyarakat pedalaman,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi