KLIK BORNEO – BERAU. Anggota DPRD Berau, Ratna mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk dapat belajar dari Kabupaten Malinau di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terkait pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, Malinau menjadi salah satu wilayah yang seringkali menggelar event besar di daerahnya tanpa terlalu banyak mengandalkan APBD. Bahkan ada event yang dibiayai penuh atau 100 persen berasal dari perusahaan.
“Malinau pernah menggelar sebuah event besar dengan nilai anggaran mencapai Rp8 miliar hanya dari CSR perusahaan, tanpa melibatkan dana APBD sama sekali,” jelasnya.
Disampaikannya, Berau sendiri sebenarnya memiliki potensi CSR yang luar biasa besar. Mengingat jumlah perusahaan yang beroperasi di Bumi Batiwakkal mencapai ratusan.
“Ada 236 perusahaan yang terdaftar di Disnakertrans. Yang belum terdaftar juga masih banyak. Tapi kalau ada event kita masih sering andalkan APBD,” jelasnya.
Capaian Malinau dalam menggelar event berskala besar tersebut, lanjutnya, merupakan bukti bahwa kerja sama antara pemerintah daerah dengan perusahaan berdampak luar biasa terhadap perekonomian masyarakat dan pembangunan daerah.
Karena itu, sangat disayangkan jika Berau yang memiliki potensi perusahaan lebih banyak justru belum mampu memaksimalkan kontribusi CSR secara optimal.
“Kalau dikelola dengan baik dan terkoordinasi, tentu CSR ini bisa sangat membantu pembangunan daerah tanpa harus membebani APBD,” terangnya.
Ratna berharap Pemkab Berau tidak tinggal diam terhadap masalah CSR yang dikeluhkan selama ini. Bahkan jika diperlukan CSR mesti menjadi bagian dari batang tubuh APBD.
“Biar jumlah CSR yang berkontribusi untuk APBD bisa diketahui. Lalau kalau saat ada event yang gunakan dana CSR, kita juga tahu berapa besar dananya,” tandasnya. (Adv)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi