Stunting Tinggi, Kunjungan Balita Rendah: Dewan Minta Pemkab Perkuat Sosialisasi

KLIK BORNEO – BERAU. Prevalensi stunting Kabupaten Berau saat ini masih tinggi dan jauh berada di atas rata-rata nasional, sebesar 34 persen. Di tengah tingginya kasus stunting tersebut, kunjungan balita ke posyandu masih sangat rendah, baru mencapai 40,6 persen.

Untuk menekan pertumbuhan prevalensi stunting, serentak meningkatkan kunjungan balita ke posyandu, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto meminta Pemkab Berau untuk rutin melakukan sosialisasi terkait dua yang saling berkaitan itu.

Menurutnya, upaya menekan stunting sebenarnya dapat dimulai dari meningkatkan kunjungan balita ke posyandu. Konsultasi rutin dan pemeriksaan berkala serta keikutsertaan dalam program PMT yang dijalankan lewat posyandu tentu bertujuan untuk meningkatkan gizi balita.

“Kalau kunjungan ke posyandu meningkat, maka deteksi dini stunting bisa lebih efektif. Kita bisa tahu lebih cepat kondisi anak dan segera melakukan intervensi yang tepat,” ungkapnya.

“Makanya sosialisasi tentang pentingnya posyandu dan fungsinya dalam menekan stunting ini harus diperjelas lagi oleh pemerintah daerah supaya orang tua tidak cemas bawa anaknya ke posyandu,” sambungnya.

Selain sosialisasi, Dedy juga berharap agar semua program percepatan penurunan stunting harus dipastikan berjalan efektif di lapangan. Agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil.

“Program stunting harus sampai ke tingkat kampung dan kelurahan, agar dampaknya benar-benar terasa. Jangan hanya bagus di perencanaan, tapi lemah dalam pelaksanaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan bahwa sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, aparat kampung, hingga kader posyandu menjadi faktor kunci yang keberhasilan menekan stunting di Berau.

Karena itu, semua elemen masyarakat diharapkan bisa berjuang bersama menahan laju pertumbuhan stunting di Bumi Batiwakkal.

“Sinergi antar sektor dan partisipasi masyarakat menjadi kunci. Semua harus bergerak bersama, tidak bisa hanya satu instansi saja yang bekerja,” tandasnya. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT