KLIK BORNEO – BERAU. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dipastikan akan melakukan penilaian lapangan terhadap titik-titik geosite di Kabupaten Berau, pada 5-10 Juli mendatang.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengevaluasi serta menilai kelayakan sejumlah titik geosite di Berau dalam rangka pengajuan status Geopark Nasional.
Menyambut agenda penting tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau bergerak cepat mematangkan berbagai persiapan teknis.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantoso menjelaskan bahwa pihaknya baru saja merampungkan simulasi rute perjalanan pada akhir pekan lalu.
“Sabtu dan Minggu kemarin ada tim yang melakukan uji coba di titik-titik geosite tersebut. Kami menghitung estimasi waktu perjalanan secara detail,” ungkapnya.
Berdasarkan simulasi yang telah dibuat, lanjut Yudha, penyambutan tim dari kementerian akan dimulai langsung dari wilayah perbatasan antara Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Berau.
Perjalanan dimulai dari kawasan Sangkulirang, dilanjutkan ke Taman Sungai Dumaring, hingga menuju wilayah pesisir Biduk-Biduk untuk meninjau Labuan Cermin dan Bukit Sinondok.
Setelah itu, tim bergerak menuju Pemapak di Biatan, sebelum akhirnya bertolak ke Tanjung Redeb. Di Tanjung Redeb, tim mengunjungi salah satu situs sejarah keraton.
“Rangkaian uji coba ini kemudian ditutup dengan pemaparan menyeluruh mengenai kondisi Geopark yang telah dikunjungi, baik yang berada di wilayah Sangkulirang maupun di Berau,” bebernya.
Secara keseluruhan, simulasi rute hingga pemaparan ini memakan waktu selama lima hari di dua kabupaten. Saat ini, fokus Disbudpar Berau beralih pada pemenuhan aspek administratif dan visual di lapangan.
“Persiapan lain yang sedang kami kejar tinggal melengkapi data-data pendukung, dokumen administrasi, serta pemasangan atribut fisik seperti spanduk dan logo-logo resmi geopark di tiap titik geosite,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi