Ujian Enam Dimensi Indeks Desa, DPMK Berau Pasang Strategi Amankan Status Kampung

KLIK BORNEO – BERAU. Skema penilaian potret kemajuan desa saat ini telah memasuki babak baru. Peralihan instrumen dari Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi Indeks Desa (ID) mengharuskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau menyusun strategi mitigasi cepat.

Hal itu mesti dilakukan guna membentengi ratusan kampung di Bumi Batiwakkal agar tidak mengalami kemerosotan status pasca pemberlakuan regulasi baru tersebut.

Kepala DPMK Berau, Tentram Rahayu, menegaskan bahwa perubahan status suatu kampung kini akan berjalan sangat dinamis dan objektif.

Kendati demikian, ia memastikan penurunan status tidak akan terjadi secara instan tanpa adanya rekam jejak evaluasi yang jelas.

“Masyarakat dan aparat kampung tidak perlu panik secara berlebihan, sebab pergeseran status ini bukan sesuatu yang terjadi dalam semalam,” ungkapnya.

Disampaukannya, saat ini pihaknya terus menerapkan sistem evaluasi berkala yang terukur. Namun, hal itu harus dibarengi dengan konsistensi kampung dalam menjaga ritme pembangunan di wilayahnya.

“Apalagi sistem ini membuka ruang kompetisi yang adil bagi setiap aparatur kampung untuk bergerak aktif mengoptimalkan seluruh potensi wilayahnya,” jelasnya.

Aspek fundamental yang membedakan Indeks Desa dengan IDM, lanjut Tenteram, terletak pada kedalaman instrumen evaluasinya.

Jika pada format IDM lama variabel penilaian hanya bersandar pada tiga dimensi utama, kini sistem ID memperluasnya secara radikal menjadi enam dimensi mutlak.

“Kompleksitasnya juga jelas meningkat karena ada ratusan indikator teknis di bawahnya yang menuntut akurasi data riil di lapangan,” terangnya.

Diakuinya, enam dimensi yang menjadi indikator penilaian itu meliputi layanan dasar, sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, serta tata kelola pemerintahan desa.

“Semakin banyak instrumen penilaian, kita juga akan berupaya untuk menaikkan standar target kinerja,” bebernya.

Ditambahkannya, saat ini pihaknya fokus pada klaster kampung yang saat ini masih menyandang status ‘Berkembang’.

Pasalnya, kategori tersebut paling rentan terlempar turun statusnya jika aparatur di tingkat bawah gagap beradaptasi.

“Sehingga kini kami menyiapkan program asistensi intensif agar seluruh perangkat kampung siap menghadapi ujian penilaian baru tersebut,” tandasnya. (Adv/*)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT