Sinergi Berau Coal dan Mitra Kerja Dorong Bekudung Betiung Tembus KEN

KLIK BORNEO – BERAU. PT Berau Coal bersama mitra kerja strategisnya siap bersinergi mendorong upacara adat Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung agar mampu menembus panggung pariwisata nasional, Kharisma Event Nusantara (KEN).

Komitmen nyata itu tidak hanya menjadi bukti suksesnya PT Berau Coal dan mitra kerja menjaga kelangsungan tradisi leluhur di tengah keterbatasan anggaran, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas pengemasan budaya lokal agar memiliki nilai jual global.

Terkait itu, Wakil Bupati Berau, Gamalis sendiri menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara adat Bekudung Betiung tersebut. Menurutnya, ritual budaya seperti itu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata unggulan nasional.

Namun, Gamalis menekankan pentingnya inovasi dalam pengemasan acara tersebut tanpa menghilangkan kesakralan nilai-nilai aslinya. Tentu dengan maksud agar dapat menjangkau penonton yang dan pasar yang lebih luas.

IMG 20260626 WA0004

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya acara adat Bekudung Betiung ini. Ke depan, kita harus terus melakukan modifikasi pengemasan adat agar acara ini memiliki nilai jual tinggi dan mampu menembus kalender wisata nasional, yaitu Kharisma Event Nusantara (KEN),” ungkapnya.

Lebih jauh, Gamalis menenkankan bahwa pelestarian budaya berskala besar tidak dapat bisa hanya bertumpu pada satu pihak saja. Karena itu, ia mengajak seluruh korporasi yang beroperasi di wilayah Berau untuk turut peduli terhadap pengembangan desa binaan.

“Jika ke depan acara ini bergerak sendiri, pasti akan menghadapi berbagai kekurangan. Oleh karena itu, saya mengajak perusahaan-perusahaan di lingkaran tambang ini, baik sektor batu bara maupun perkebunan, untuk mencontoh PT Berau Coal yang konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan pada event-event adat seperti ini,” tegasnya.

Senada dengan Gamalis, PT Berau Coal menegaskan bahwa dukungan terhadap Bekudung Betiung merupakan agenda berkelanjutan perusahaan. Bersama para mitra kerja strategis seperti PT Pamapersada Nusantara (PAMA), perusahaan berkomitmen penuh menyokong kesuksesan acara, baik dari aspek material maupun non-material.

Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman menjelaskan bahwa kehadiran perusahaan di tengah masyarakat Tumbit Dayak adalah bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap masyarakat setempat. Komitmen ini bahkan sudah dipersiapkan secara matang hingga tahun-tahun mendatang.

“Hari ini, PT Berau Coal bersama mitra kerja kembali turut serta menyukseskan tradisi Bekudung Betiung di Kampung Tumbit Dayak. Ini merupakan event yang terus kami dukung secara konsisten, termasuk komitmen kami untuk kembali menggelar dan mengawal event ini di tahun 2026. Sebagai dunia usaha yang berada di lingkar Kampung Tumbit Dayak, kami ingin terus memberikan dampak positif,” jelasnya.

“Semoga event ini menjadi semakin dikenal oleh masyarakat umum. Kami sepenuhnya mendukung cita-cita masyarakat Tumbit Dayak agar Bekudung Betiung bisa masuk dalam jajaran Kharisma Event Nusantara (KEN). Semoga upaya kita bersama berhasil membawa nama Kabupaten Berau semakin harum di tingkat nasional,” sambungnya.

Kepala Kampung (Kakam) Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan oleh PT Berau Coal dan para mitra kerjanya. Bantuan tersebut dinilai hadir di waktu yang sangat tepat saat masyarakat menghadapi keterbatasan dana stimulan.

“Kenyataannya saat ini dari pemerintah memang sedang ada pemangkasan anggaran, sehingga bantuan dana dari kampung sangat jauh berkurang dari biasanya. Jujur, kegiatan sakral ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses semata-mata karena adanya dukungan kuat dari PT Berau Coal dan pihak ketiga,” bebernya.

Melalui harmoni kerja sama antara pemerintah, masyarakat adat, dan dunia usaha, ritual Bekudung Betiung kini tidak hanya berdiri sebagai simbol penghormatan terhadap leluhur, melainkan juga bertransformasi menjadi aset pariwisata daerah yang siap melangkah menuju panggung budaya nasional. (Adv)

Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT