KLIK BORNEO – BERAU. Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kepulangan seluruh jemaah haji dalam keadaan sehat walafiat. Ia menyebut perjalanan ibadah haji merupakan pengalaman spiritual luar biasa sekaligus impian seluruh umat Islam yang penuh dengan ujian fisik maupun mental.
“Perjalanan haji adalah perjalanan fisik dan spiritual yang penuh ujian. Alhamdulillah Bapak dan Ibu telah melewatinya dengan baik,” kata Sri Juniarsih saat prosesi penyambutan.
Ia berharap gelar haji dan hajjah tidak sekadar menjadi status sosial, melainkan tercermin nyata dalam perilaku sehari-hari melalui keteladanan, peningkatan ketaatan beribadah, serta kontribusi positif di tengah masyarakat Bumi Batiwakkal. Bupati perempuan pertama di Berau ini juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Berau, tim petugas haji, serta tenaga medis yang telah mendampingi para jemaah tanpa lelah.
“Semoga pengabdian seluruh petugas menjadi amal ibadah dan para jemaah menjadi haji yang mabrur dan hajjah yang mabrurah,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Berau, Kabul Budiono, memaparkan bahwa kuota awal calon jemaah haji Berau tercatat sebanyak 215 orang. Namun, menjelang keberangkatan, tiga orang terpaksa batal bertolak ke Tanah Suci karena faktor kesehatan, yang terdiri dari dua calon jemaah dan seorang pendamping.
“Alhamdulillah, 212 jemaah yang diberangkatkan seluruhnya kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat,” beber Kabul Budiono.
Kabul menambahkan, kendati sebagian jemaah masih merasakan kelelahan fisik, batuk, atau flu ringan akibat perjalanan jauh lintas benua, secara umum kondisi kesehatan mereka sangat stabil dan aman. Dalam kesempatan itu, ia juga membagikan pesan Menteri Haji dan Umrah terkait tiga indikator kesuksesan haji tahun ini.
Pertama, sukses ritual haji di mana seluruh jemaah Berau berhasil menunaikan rukun, wajib, hingga sunnah haji, termasuk fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kedua, sukses ekosistem ekonomi haji yang mampu memutar roda perekonomian nasional hingga triliunan rupiah melalui pemenuhan logistik dan konsumsi.
Terakhir adalah sukses budaya haji. Kabul berharap kepulangan jemaah mampu menularkan kebiasaan spiritual positif seperti menjaga salat berjamaah di masjid.
“Semoga nilai-nilai yang diperoleh selama di Makkah dan Madinah dapat ditularkan kepada masyarakat sehingga terwujud Kabupaten Berau yang semakin agamis,” kuncinya. (Adv)
Penulis : Yoakim Elton SW
Editor : Rahmat Efendi