KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Berau kembali mendorong seluruh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di Bumi Batiwakkal untuk dapat bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang mandiri.
Salah satu strategi utama yang diusung adalah mendorong pengurus BUMK dan pemerintah kampung untuk lebih kreatif menggali potensi lokal, termasuk memperluas ekspansi bisnis ke sektor pariwisata.
Kepala DPMK Berau, Tenteram Rahayu menjelaskan bahwa mayoritas lini usaha BUMK saat ini masih didominasi oleh sektor perdagangan dan jasa. Padahal, pariwisata merupakan sektor potensial yang sangat menjanjikan untuk dikembangkan.
“Ke depan, kita upayakan BUMK itu mandiri dan bisa mulai kreatif menggali potensi yang ada. Saat ini usahanya masih seputar dagang dan jasa, karena itu kami mau mendorong untuk memasukkan item pariwisata sebagai salah satu usaha baru,” ungkapnya.
Berdasarkan data evaluasi tahun 2025, lanjutnya, kelembagaan ekonomi tersebut sebenarnya telah terbentuk di 99 kampung dan menyisakan satu wilayah saja yang belum, yaitu Kampung Samburakat. Selain itu, terdapat 14 BUMK Bersama yang menjadi wadah transformasi kolektif antar-kampung.
Namun, tantangan kemandirian masih membayangi. Dari 99 BUMK yang terbentuk, tercatat baru 34 BUMK yang aktif memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Kampung (PAK). Sesuai aturan, BUMK wajib menyetorkan 30 persen dari keuntungan bersih mereka untuk menyokong PAK.
“Besaran kontribusi dari 34 BUMK itu berbeda-beda, mulai dari Rp1 juta hingga yang terbesar mencapai Rp85 juta yang berhasil dicatatkan oleh BUMK Tumbit Dayak,” bebernya.
Mengenai stimulus operasional, Tenteram menyebutkan bahwa saat ini pemerintah kampung masih memberikan dukungan lewat penyertaan modal dengan nilai rata-rata Rp300 juta. Kendati demikian, ia menegaskan alokasi modal ini tidak bersifat permanen dan nilainya bisa berubah setiap tahun.
“Penyertaan modal itu tidak selalu sama besarannya setiap tahun. Semua tergantung pada pertanggungjawaban dan laporan keuangan dari tahun sebelumnya. Lewat perluasan usaha ke sektor pariwisata ini, kita berharap ketergantungan modal bisa dikurangi dan BUMK Berau benar-benar menjadi pilar ekonomi yang mandiri,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi