KLIK BORNEO – BERAU. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus memperluas jangkauan program pemberdayaan masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan tata boga yang menyasar 30 warga Kecamatan Tanjung Redeb pada 13–14 Agustus. Sebelumnya, program tersebut sudah dilaksanakan di Kecamatan Tabalar.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menjelaskan untuk pelatihan gelombang kedua ini, khusus diarahkan pada pembuatan aneka kue kekinian yang dirancang khusus sebagai pendamping produk unggulan daerah, yaitu kopi dan cokelat Berau.
“Jadi ini yang kedua setelah sebelumnya di Tabalar. Kita harapkan ini berkelanjutan nantinya,” ungkapnya.
Disampaikannya, kegiatan tersebut memegang misi penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Target utama program itu sendiri untuk mencetak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru yang mandiri dan berdaya saing.
“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka atau mengembangkan usaha,” jelasnya.
Menurutnya, peluang sektor kuliner saat ini masih sangat menjanjikan dengan permintaan pasar yang stabil. Karena itu, Diskoperindag membuka kesempatan luas, baik bagi pelaku usaha yang ingin naik kelas maupun warga lokal yang baru mau memulai bisnis.
Melalui pembekalan keterampilan adaptif itu, para peserta diharapkan mampu membaca tren pasar. Kemampuan baru tersebut dapat langsung diterapkan sebagai modal utama untuk membangun fondasi bisnis kuliner yang mandiri selepas pelatihan.
“Tentu kita berharap setelah pelatihan ini para pelaku UMKM kita yang menekuni kuliner bisa makin mandiri,” tandasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi