KLIK BORNEO – BERAU. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dispar) membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta atau pihak ketiga untuk mengelola gedung bioskop bersejarah di Kawasan Wisata Kota Tua, Teluk Bayur.
Langkah strategis itu bakal ditempuh guna memastikan fasilitas bernuansa nostalgia tersebut dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan sebagai pusat daya tarik wisata baru.
Kepala Dispar Kabupaten Berau, Yudha Budi Santosa mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyusun skenario penawaran investasi bagi calon mitra yang berminat. Pemkab Berau menawarkan opsi sistem kontrak kerja sama maupun bagi hasil agar gedung ini bisa beroperasi optimal.
“Sistemnya kontrak kerja sama atau bagi hasil. Jadi, fungsinya benar-benar kembali menjadi gedung bioskop seperti sedia kala,” ungkapnya.
Disampaikannya, proses renovasi fisik gedung tersebut telah rampung pada Januari 2026 lalu, yang didanai melalui APBD Perubahan 2025. Meski sempat kejar tayang karena waktu pengerjaan yang singkat, fasilitas tersebut kini dipastikan sudah siap digunakan untuk menyambut wisatawan.
Kendati fungsi utamanya dikembalikan sebagai bioskop melalui kemitraan swasta, Yudha menegaskan bahwa gedung tersebut tetap bersifat multifungsi demi menjaga produktivitas kegiatan masyarakat.
Komunitas, sekolah, maupun warga lokal diperbolehkan memanfaatkan gedung ini untuk pentas seni tradisional hingga acara hajatan bertema tempo dulu.
Namun, Yudha memberikan satu syarat mutlak bagi pihak ketiga maupun masyarakat yang memanfaatkannya nanti yakni struktur asli bangunan dilarang keras untuk diubah.
“Sesuai amanat undang-undang, gedung ini tidak boleh diubah bentuknya atau dirusak. Jika ada sekolah yang mau pakai untuk pentas tari tradisional, silakan,” jelasnya.
“Bahkan kalau ada warga mau pakai untuk acara hajatan dengan nuansa Kota Tua, ya bisa saja,” sambungnya.
Skema pengelolaan profesional dengan pihak ketiga ini diharapkan tidak sekadar menjadi sarana hiburan pelepas rindu bagi warga. Kehadirannya harus mampu menjadi motor penggerak roda ekonomi kreatif di sekitar kawasan lapangan bola dan museum yang menjadi jantung utama Wisata Kota Tua Berau. “Kita harapkan ini juga bisa memberikan manfaat lebih pada pendapatan asli daerah,” pungkasnya. (Adv/*)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi