Lestarikan Warisan Musikal Pesisir, Festival Rindu Dumaring 2026 

KLIK BORNEO – BERAU. Mengolah kerajinan instrumen musik tradisional bukan sekadar urusan memotong dan melubangi bahan, melainkan seni mengasah kepekaan pendengaran serta ketelitian yang diwariskan lintas generasi. Nilai filosofis ini diwujudkan Pemkab Berau melalui agenda edukatif “Belajar dari Sang Maestro – Membuat Suling” dalam rangkaian Festival Rindu Dumaring (FRD) 2026.

Edukasi diawali dengan penjelajahan di Hutan Adat Patiraja untuk mengenali spesifikasi bambu berkualitas langsung dari alam. Pembelajaran dilanjutkan melalui sesi lokakarya interaktif di Balai Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang diikuti belasan anak dan remaja lokal.

Di bawah arahan maestro pembuat suling Dumaring, Jampiring, para peserta dibimbing secara presisi dari tahap penentuan diameter hingga teknik pelubangan nada.

“Anak-anak diajak merasakan langsung prosesnya dari alam agar tahu cara menghasilkan harmonisasi suara yang pas,” ujar Jampiring.

Sebagai tolok ukur penyerapan materi, para peserta kemudian menjajal kemampuan dalam ajang unjuk kebolehan pembuatan instrumen. Penilaian menitikberatkan pada ketepatan ukuran, kualitas suara, presisi bentuk, hingga kerapian karya.

Kepala Kampung Dumaring menegaskan bahwa pelestarian kebudayaan lokal melalui ruang ekspresi anak muda menjadi prioritas penting dalam menjaga identitas daerah.

“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku aktif yang merawat warisan seni musik tradisional,” tegasnya.

Melalui program ini, FRD 2026 membuktikan bahwa pengetahuan adat dapat ditransfer secara efektif lewat praktik langsung di lapangan.

Inisiatif berkelanjutan dari Pemkab Berau dan masyarakat ini diharapkan menjadi pemantik minat generasi penerus dalam merawat kekayaan budaya Bumi Batiwakkal secara konsisten.

“Langkah sederhana ini menjadi bukti nyata komitmen kita bersama dalam menjaga kelestarian instrumen tradisional daerah agar tak punah tertelan zaman,” tutup Jampiring.(Adv/*)

Penulis : Heri P

Editor   : Rahmat Efendi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT