KLIK BORNEO – BERAU. Wilayah Maratua dikabarkan tidak mendapat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite selama tiga bulan.
Camat Maratua, Ashari mengklaim wilayahnya tak mendapat jatah BBM tersebut lantaran diskorsing pihak pertamina.
“Terkait masalah BBM di maratua untuk subsidi khusus pertalite kita sudah diskorsing sama Pertamina itu 3 bulan. Kami tidak mendapat subsidi pertalite,” ungkapnya.
Berbeda dengan pertalite, BBM solar subsidi yang dibutuhkan sehari-hari, khususnya untuk nelayan sudah bisa dinikmati sejak sebulan yang lalu.
“Untuk solar, alhamdulillah kami dibantu sebulan yang lalu oleh Dinas Perikanan keluarlah rekom untuk penerima BBM solar subsidi,” jelasnya.
“Sehingga alhamdullilah masyarakat Maratua bisa mengambil BBM subsidi di SPBUN. Sekarang tinggal pertalite saja,” tambahnya.
Menanggapi keluhan itu, Sales Branch Manager (SBM) III Fuel Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) PT Pertamina Patra Niaga, Hermawan Bagus menjelaskan bahwa masalah itu sudah diselesaikan.
Pihak Pertamina juga sudah melakukan pengiriman BBM ke Maratua. Bahkan, pasokan yang sudah didistribusikan mencapai 15 ton.
“Ini saja kita sudah kirim 15 ton. Hari ini sudah sampai, kemarin juga sudah sampai,” bebernya.
Dengan demikian, tambahnya, penyaluran pertalite bersubsidi kepada masyarakat Maratua saat ini sudah kembali berjalan walaupun memang sempat terhenti.
“Untuk distribusi tetap berjalan, walaupun di September sempat kita stop karena sebagai teguran perihal kasus yang terjadi sebelumnya,” tutupnya singkat. (*/)
Penulis: Yoakim Elton SW
Editor: Rahmat Efendi